Asahan Menuju Kabupaten Anti-Korupsi, Perayaan HUT ke-80 Digelar Sederhana Tanpa Pesta

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Jumat, 13 Maret 2026 | 14:31 WIB
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Melati
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Melati

Realitasonline.id – Asahan | Pemerintah Kabupaten Asahan mulai melakukan berbagai langkah strategis pada awal Maret 2026. Di bawah kepemimpinan Bupati Taufik Zainal Abidin Siregar, Pemkab Asahan menargetkan status sebagai Kabupaten Anti-Korupsi di bawah pengawasan langsung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Upaya menuju Kabupaten Anti-Korupsi itu menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) yang digelar di Aula Melati, Senin (9/3/2026). Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera melakukan audit internal secara mandiri. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menyambut rencana observasi dari KPK RI.
Menurutnya, transparansi kini bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bagi seluruh aparatur pemerintah daerah.

Baca Juga: Ramadan di Area Smelter: Insan INALUM Jaga Niat, K3 Tetap Prioritas

 

Selain itu, kelengkapan administrasi menjadi langkah awal untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan sesuai aturan. “Transparansi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban. Kelengkapan administrasi adalah benteng pertama untuk membuktikan bahwa tata kelola Asahan bersih dari praktik menyimpang,” tegasnya di hadapan para kepala dinas.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Asahan juga mengambil langkah efisiensi anggaran dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Asahan yang jatuh pada 15 Maret 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini digelar tanpa pesta besar.

Kebijakan tersebut mengikuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Dengan demikian, pemerintah daerah mengalihkan anggaran perayaan untuk kepentingan masyarakat yang lebih prioritas. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa perayaan hari jadi daerah tetap dapat berlangsung bermakna tanpa harus membebani keuangan daerah.

Selain itu, menjelang bulan suci Ramadhan, Pemkab Asahan juga menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama. Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk menciptakan suasana yang kondusif agar ibadah puasa berjalan dengan aman dan nyaman.

 

Baca Juga: Kapolres dan Bupati Aceh Selatan Santuni Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama

 

Di sisi lain, pemerintah daerah mulai menggenjot program penataan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI. Program ini mengusung konsep lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah. Gerakan tersebut juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan ruang publik yang tertata sekaligus meningkatkan potensi wisata daerah.

Tidak hanya itu, Pemkab Asahan juga berkomitmen mempertahankan kualitas pelayanan publik. Hal ini menyusul capaian terbaru daerah tersebut yang berhasil meraih skor pelayanan publik tertinggi di Sumatera Utara dari Ombudsman.
Wakil Bupati Rianto menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri. Ia meminta seluruh instansi, terutama sektor kesehatan seperti puskesmas dan dinas teknis, terus melakukan inovasi pelayanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X