Realitasonline.id – Asahan | Bunda Literasi Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik, menegaskan peran strategis Bunda Literasi dalam meningkatkan budaya baca masyarakat saat pelantikan Bunda Literasi Kecamatan Buntu Pane, Selasa (07/04/2026). Kegiatan ini digelar di Aula Kantor Camat Buntu Pane mulai pukul 10.00 WIB.
Pelantikan ini menjadi momentum penguatan gerakan literasi Asahan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Staf Ahli TP PKK, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Asahan, Camat Buntu Pane, kepala desa, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ny. Yusnila Indriati Taufik menekankan bahwa Bunda Literasi memiliki posisi penting sebagai motor penggerak budaya membaca. Ia menyebut, gerakan literasi tidak boleh berhenti di seremoni, tetapi harus menyentuh langsung masyarakat.
Baca Juga: PPASN Tapsel Gelar Halal Bihalal, Bangun Semangat Kebersamaan
“Peran Bunda Literasi sangat strategis untuk menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mendorong para Bunda Literasi yang baru dilantik agar mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Inovasi program literasi, kata dia, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, sekolah, dan masyarakat. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun budaya baca yang berkelanjutan di Kabupaten Asahan.
“Diperlukan kerja sama yang kuat agar gerakan literasi benar-benar memberikan dampak nyata,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Camat Buntu Pane, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Bunda Literasi Kecamatan Buntu Pane oleh camat setempat. Acara kemudian diisi dengan pidato Bunda Literasi Kabupaten Asahan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan berlangsung aman serta lancar hingga berakhir pukul 11.30 WIB.