Kemenhut dan Pemkab Taput Petakan Potensi Konservasi Lanskap Harangan Tapanuli

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Rabu, 8 April 2026 | 16:47 WIB
Wabup Deni Lumbantoruan dan Dewi Sulastri Ningsih mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi dalam agenda workshop. (Realitasonline.id/AS)
Wabup Deni Lumbantoruan dan Dewi Sulastri Ningsih mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi dalam agenda workshop. (Realitasonline.id/AS)

Realitasonline.id - Taput | Kementerian Kehutanan melalui Direktorat pemulihan ekosistem dan bina areal preservasi serta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melakukan pemetaan potensi konservasi lanskap Harangan Tapanuli.

 

 

Agenda workshop tersebut dihadiri Wakil Bupati Taput Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng bersama Dewi Sulastri Ningsih mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi di Hotel Hineni, Tarutung, Rabu (8/4/2026).

‎Wabup Deni dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Kehutanan atas perhatian besar terhadap kekayaan alam di Tapanuli Utara. 

Baca Juga: Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra, Huntap Jadi Prioritas

Deni memaparkan bahwa 66 persen dari total luas lanskap Batang Toru berada di Kabupaten Tapanuli Utara, sehingga tanggung jawab pelestariannya menjadi prioritas utama daerah.

 

‎"Kami sangat mendukung inisiatif dari Kementerian Kehutanan dengan pemetaan ini, kita dapat mengidentifikasi aset berharga yang kita miliki. Seringkali kita tidak menyadari betapa berharganya potensi alam kita sebelum ada upaya identifikasi secara mendalam seperti ini," paparnya.

‎Salah satu poin penting disebut Deni usulan penguatan nama kawasan menjadi "Harangan Tapanuli". Menurutnya, nama bukan sekadar label, melainkan pembawa rasa dan semangat memiliki (sense of belonging) bagi masyarakat di Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.

Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Hadiri Haul Syech Abuya Muda Waly Al-Khalidy ke 67 di Labar

‎"Jika kita sebut Harangan Tapanuli, maka masyarakat akan merasa lebih dekat secara emosional. Ini penting untuk menggerakkan partisipasi publik dalam menjaga hutan kita," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X