Kolaborasi PTAR-Astra, Pelajar Didorong Jadi Pelopor Safety Riding

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Jumat, 10 April 2026 | 13:31 WIB
Mewakili ASTRA dan PTAR foto bersama guru, instruktur dan pelajar peserta pelatihan simulator safety riding, yang digelar di aula SMKN 2 Padangsidimpuan, Kamis (9/4/2026).(Foto: Realitasonline/Riswandy)
Mewakili ASTRA dan PTAR foto bersama guru, instruktur dan pelajar peserta pelatihan simulator safety riding, yang digelar di aula SMKN 2 Padangsidimpuan, Kamis (9/4/2026).(Foto: Realitasonline/Riswandy)

 

" Kami menghormati setiap insan yang menggunakan produk kami, karena setiap nyawa itu berharga. Jangan sampai sepeda motor justru menjadi alat pembunuh. Sepeda motor harusnya digunakan sebagai alat mobilitas untuk mencari ilmu, nafkah, atau aktivitas lainnya, " ujar Michael.

Sebelumnya, fasilitas serupa telah hadir di Semarang dan Solo, Provinsi Jawa Tengah, serta di SMKN 5 Bali Mandara.

Pemilihan sekolah dilakukan secara selektif, terutama yang memiliki kurikulum teknik sepeda motor dan mayoritas siswanya menggunakan kendaraan roda dua.

Sekolah yang memiliki fasilitas safety riding juga tidak banyak dan tidak bisa sembarangan diberikan.

" Setiap tahun, kami juga mendorong sekolah untuk membuat program keselamatan berkendara, mulai dari metode hingga hasilnya. Program tersebut kemudian dilombakan antar sekolah, " tambah Michael.

Pada kompetisi tahun lalu, SMKN 5 Bali Mandara berhasil meraih juara pertama dalam ajang safety riding yang digelar Astra Motor. Ke depan, SMKN 2 Padangsidimpuan diharapkan turut berpartisipasi dan bisa meraih juara.

Ia berharap SMKN 2 Padangsidimpuan dapat menjadi role model bagi sekolah lain dalam hal keselamatan berkendara.

" Pelatihan simulator safety riding hari ini dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam keselamatan berkendara, " katanya.

Di sisi lain, Superintendent Community Services PTAR, Yayan Nuryawan, menjelaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari sinergi antar perusahaan di bawah naungan Astra Internasional Tbk.

" PTAR berada di bawah naungan Astra dan lolaborasi ini lahir karena kami memiliki sekolah binaan, walau yang terdekat berada di wilayah Batangtoru dan Muara Batangtoru, " ungkapnya.

Ia mengakui tidak semua sekolah mendapatkan program ini. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, termasuk kesiapan fasilitas, selain kemauan dari pihak sekolah itu sendiri.

" Kemudian, yang pastinya harus tersedia ruangan dan lapangan dengan standar tertentu, karena simulator ini membutuhkan banyak peralatan, " kata Yayan.

Yayan berharap, dengan adanya program ini, kesadaran keselamatan berkendara di kalangan pelajar semakin meningkat, sekaligus menciptakan generasi pengendara yang lebih disiplin, waspada, dan bertanggung jawab di jalan raya.

" Ke depan, kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing, ” ucap Yayan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X