Dolly juga mengharapkan agar masyarakat petani kopi terus mengupayakan hasil yang terbaik untuk peningkatan komoditinya. Kepada Kepala Desa setempat diingatkan juga agar memperhatikan komposisi penggunaan Dana Desa, dengan persetujuan bersama masyarakat, untuk memperhatikan aktivitas masyarakat dalam pengembangan Desa tersebut.
" Pak Kepala Desa, tolong perhatikan suara dari masyarakat yang Bapak pimpin. Tentulah dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel melalui Dinas Pertanian akan banyak berdiskusi dengan petani kopi Desa Paranjulu ini, " ucapnya.
Sebelumnya Ketua Forum Pemuda Peduli Sipirok Narobi (FPPSN) Indra Muda Siregar mengatakan, hari ini kita akan menanam bibit kopi Arabika di lahan milik masyarakat seluas kurang lebih 20 hektare, yang akan memuat minimal 20.000 batang kopi Arabika.
" Sedangkan semua kopi dan lahan ini merupakan hasil kerja masyarakat Desa Paranjulu selama beberapa bulan terakhir yang dikelola dengan sistem kelompok tani, dan kelak hasilnya akan diperuntukkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, " kata Indra Muda
Indra juga menerangkan, bahwa Agrowisata kopi di Desa Paranjulu ini merupakan pilot project dari FPPS dan ini merupakan sebuah lembaga nirlaba di sejumlah organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa, organisasi profesi, dan asosiasi pengusaha yang ada di wilayah Sipirok-Narobi.
" Pada mulanya, FPPSN bercita-cita untuk mengembangkan sebuah sentral produksi kopi yang dimana masyarakat sebagai subjek sekaligus objek dari pengembangan tersebut, kemudian rencana itu berkembang dengan munculnya konsep mengintegrasikan kopi dengan pariwisata, sehingga menghasilkan apa yang kami sebut agrowisata kopi, " terangnya.
Masyarakat berharap, agar pemerintah daerah dapat memberikan kemudahan kepada Desa Paranjulu untuk mengelola dan memanfaatkan Dana Desa yang diterima guna meningkatkan pengembangan Desa Paranjulu sebagai Desa Wisata di Kabupaten Tapsel. (RI)