Pemprov Sumut Gandeng BWS Revitalisasi Pesanggrahan Bung Karno di 3 Kota

photo author
Administrator, Realitas Online
- Sabtu, 15 Januari 2022 | 01:01 WIB
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah Rapat Bersama Beranda Warisan Sumatera (BWS) Membahas Tentang Kajian Cagar Budaya Mess Pemprovsu Pesanggrahan Bung Karno, di Ruang Kerja Wagubsu, Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro No 30 Medan, Jumat 14 Januari 2022.  (DISKOMINFO SUMUT/ Yt Haryono)
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah Rapat Bersama Beranda Warisan Sumatera (BWS) Membahas Tentang Kajian Cagar Budaya Mess Pemprovsu Pesanggrahan Bung Karno, di Ruang Kerja Wagubsu, Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro No 30 Medan, Jumat 14 Januari 2022. (DISKOMINFO SUMUT/ Yt Haryono)

"Saya berharap tempat Pesanggrahan Bung Karno ini jadi tempat edukasi bagi generasi penerus bahwa bangsa ini merdeka tidak sendiri dan tidak mudah. Selain itu juga jadi destinasi pariwisata di Danau Toba, Berastagi dan di Madina," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Penelitian dan Kebijakan Publik BWS Isnen Fitri menyampaikan bangunan Vila Pesanggrahan Bung Karno di Berastagi, Parapat dan Kotanopan memiliki nilai historis yang tinggi khususnya assosiative value karena Bapak Bangsa Soekarno pernah ditahan selama kurang lebih satu bulan di Berastagi dan 12 hari di Parapat.

"Sementara itu di Pesanggrahan Kotanopan Bung Karno pernah berpidato membangkitkan semangat kepada rakyat Indonesia yang saat itu terancam kemerdekaannya oleh Belanda. Ketiga bangunan tipikal seperti ini tidak banyak lagi yang masih berdiri di Sumatera Utara artinya bangunan vila ini memiliki nilai

kelangkaan," ujarnya.

Isnen Fitri juga menjelaskan terkait kondisi bangunan di tiga tempat ini yang telah dilakukan pendokumentasian oleh tim BWS. Dari ketiganya, lanjut Isnen sudah banyak perubahan baik itu di dinding, pintu, jendela, atap dan lainnya. "Konsep perawatan dan pengembangan sebelumnya tidak mengacu kepada pelestarian cagar budaya," ujarnya.

Pelestarian cagar budaya kata Isnen dasarnya adalah ekonomi warisan. "Inti dari ekonomi warisan adalah kesejahteraan rakyat dan kelestarian alam. Budaya dan alam bukan dimanfaatkan tapi dikembangkan dan dilestarikan menjadi ruh dan sumber kehidupan bagi generasi kita," ujarnya.

Melihat kesiapan Pemerintah Provinsi Sumut, Budayawan Mujib optimis, tiga lokasi Pesanggrahan Bung Karno ini akan menjadi ikon Sumut yang tidak dimiliki oleh Provinsi lain.

"Lokasi ini akan jadi Ikon Sumut Karena jadi sejarah diplomasi Indonesia, dimana ide mengadakan konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok hingga Soekarno pidato di PBB itu semua melakukan diskusinya di sini, Berastagi dan Parapat. Saya tertarik dengan apa yang sudah dilakukan pemerintah di sini apalagi sudah ada tim yang kerja cepat beda dengan tempat lain yang low respon, ini potensi wisata sejarah harus dikembangkan. Harapan saya ini jangan hanya sebatas tiga lokasi ini aja yang direvitalisasi, tapi nanti juga dikembangkan lagi sampai bertaraf internasional seperti Tembakau Deli," ujarnya. (AY)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X