" Kita ingin tahun desa wisata yang mau dibedah dan dikunjungi apa yang masih kurang baik itu Bumdes serta UMKM. Kita juga ada klinik Bumdes, disitu bisa nimbrung hingga mencari solusi akar masalah yang timbul," tambahnya.
Untuk UMKM sebutnya, pihaknya akan membedah produk yang layak ekspor.
" Alumni kita ada di DIASPORA, mereka siap memasarkan produk satu daerah yang punya kualitas ekspor hingga keluar negeri," ungkapnya.
Meily berharap kehadiran KAGAMA dan KAFEGAMA bisa menambah daya saing produk lokal sesuai harapan Presiden Joko Widodo.
" Kami nilai Taput sangat tertarik dengan program ini karna memang produk UMKMnya lagi membumi," sebutnya.
Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora dalam kesempatan itu menyambut baik rencana dan program KAGAMA dan KAFEGAMA.
" Kami sangat apresiasi dan terbuka akan rencana program untuk pendampingan serta Taput pilot project Desa wisata, UMKM hingga Bumdes. Artinya ini akan menambah kualitas serta daya saing produk kami," ujar Satika.
Satika memaparkan, daerahnya punya potensi produk lokal, wisata yang sangat layak dijual ke wisatawan baik kuliner, fashion Ulos.