Selain itu, katanya, gaya Syahrul Pasaribu dalam memimpin sangat merakyat dan kerab berkeliling Tapsel hingga ke pelosok-pelosok. Tentu, dengan keikut sertaannya pada reses itu, akan memberi nuansa dan warna tersendiri dalam suksesnya kegiatan reses yang lebih merakyat dan mendapat aspirasi yang lebih tepat.
" Saya fokus menggelar reses di Tapsel. Ada 10 tempat di 6 Kecamatan, karena saya ingin mendapat usulan dan aspirasi dari rakyat yang menjadikan saya duduk dikursi DPRD Sumut saat ini dan seterusnya, akan memperjuangkan realisasinya dari usulan dan aspirasi itu, sebagai wujud menyahuti konstituen, " ungkapnya,
Ditambahkannya, pada reses kali ini, ia juga menyempatkan diri memantau berbagai pembangunan yang bersumber dari APBD Sumut tahun ini. Untuk itu ia berharap, warga harus tetap kompak dan menjaga silaturahmi dan kiranya mendukung pencalonan H Syahrul M Pasaribu berkiprah di Senayan.
" Sosok merakyat, peduli, visioner dan memiliki kerja nyata, kerja cerdas dan kerja tuntas seperti Syahrul Pasaribu sangat kita butuhkan menjadi wakil kita di Senayan, " ungkapnya.
Ketua dan Bendahara Panitia Pembangunan Mesjid Baiturrahmi Pasar Sipagimbar, Ahmad Benbela dan Ahmad Zein Ritonga menyebut, diterimanya bantuan dari Pemprovsu itu diawali dari saran H Syahrul M Pasaribu saat peresmian Masjid sekaligus reses M.Rawi Ritonga yang juga dihadiri Syamsul Qamar untuk memohon bantuan ke Pempropsu. Lantas, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut itu meminta panitia pembangunan segera membuat proposal ke pempropsu untuk seterusnya diperjuangkan realisasi bantuannya.
Saat masih aktif jadi Bupati terang keduanya, ada dua kali bantuan dari Pemkab Tapsel untuk Mesjid kebanggaan warga Pasar Sipagimbar ini. Tidak itu saja, bantuan langsung dari keluarga Syahrul Pasaribu berupa infaq, zakat mal dan bentuk lainnya, hampir tiap tahun diterima panitia, sejak dimulainya pembangunan mesjid itu hingga kini sudah berjumlah Rp.210 juta..
" Selaku pembimbing kami dalam pembangunan Mesjid Baiturahmi, bang Syahrul Pasaribu tak pernah lelah memberi saran dan bantuan. Pembangunan Masjid yang turut digagas Syahrul Pasaribu Bupati Tapsel ketika itu ditandai dengan peletakan batu pertama tanggal 29 Desember 2014 oleh Syahrul, dirancang menjadi masjid kebanggaan warga Sipagimbar sebagai bagian dari mewujudkan Tapsel yang sehat, cerdas dan sejahtera," sekaligus menjadi tempat sholat yang bagi musyafir karena berada di koridor jalan propinsi dan diresmikan olehnya tanggal 11 Maret 2022 yang saat ini sudah menelan biaya sekitar Rp
2,5 Milyar, " ungkap Benbela dan Zein.
Diutarakan mereka, bantuan yang diterima adalah utuh tanpa potongan apapun. Bahkan, biaya tranport dan akomodasi panitia, dalam menyelesaikan administrasi ke Pemprovsu, ditanggung semua.