PALUTA – realitasonline.id | Selama bulan Januari hingga Februari tahun 2023 ini, 10 orang pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) meninggal dunia.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Paluta dr Sri Prihatin Harahap melalui Kabid P2P dr Afrida Henny Simamora didampingi pemegang program HIV/AIDS Dewi Sartika Siregar, Rabu (22/02).
"Dalam 2 bulan ini ada 3 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang kita tangani meninggal dunia," jelas pemegang program HIV/AIDS pada Dinkes Paluta Dewi Sartika Siregar, Rabu (22/02).
Dijelaskannya, jumlah pengidap HIV/AIDS atau ODHA di daerah kabupaten Paluta pada 2023 memang bertambah sebanyak 4 orang. Namun, ada 3 orang yang meninggal dunia yang teri diri dari 2 orang merupakan pasien lama dan 1 orang lagi merupakan pasien yang ditangani pada tahun 2023 ini.
“Sebelumnya di akhir tahun 2022 pasien ODHA yang kita tangani sebanyak 13 orang. Memasuki tahun 2023 bertambah 4 orang dan meninggal 3 orang sehingga total pasien ODHA saat ini yang kita tangani sebanyak 14 orang,” terangnya.
Sebelumnya Dewi juga menyampaikan, angka kasus pengidap HIV sejak pendataan 2018 sampai data terakhir bulan Desember 2022 Dinas Kesehatan Kabupaten Paluta mencatat 33 kasus penderita HIV/AIDS yang ditangani dan meninggal 20 orang.
Ia menjelaskan bahwa penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang bisa tertular dari beberapa aspek antara lain akibat pergaulan bebas yang salah satu contohnya yaitu hubungan seks bebas, penggunaan narkoba yang menggunakan satu jarum suntik bersamaan, transfusi darah, ASI dan hal lainnya.
“Salah satu faktor utamanya adalah hubungan seks bebas terutama yang cukup tinggi saat ini adalah Gay atau Laki Suka Laki (LSL) dan 2 orang dari yang baru meninggal tersebut juga merupakan kalangan LSL,” jelasnya.