Palas - Realitasonline.id | Terkait penyerahan bantuan peralatan kerja, program penempatan tenaga kerja melalui kegiatan pelayanan antar kerja tahun 2023 di kantor Disnaker Palas, diduga sarat manipulasi.
Kegiatan ini harusnya terlebih dahulu diadakan pelatihan, kepada penerima bantuan dan peserta diberikan transport untuk mengikuti pelatihan, namun hal ini diduga tidak dilakukan.
Selain itu juga pendataan penerima barang pun disinyalir tidak dilakukan verifikasi, layak atau tidak menerima bantuan tersebut.
Baca Juga: Balita Bocor Jantung di Abdya Butuh Uluran Dermawan
Terkait ada atau tidak pelatihan dan transport, Kadis Tenaga Kerja (Naker) Palas Ratna Dewi Harahap ketika dikonfirmasi, Kamis (24/8/2023) melalui WhatsApp (WA), tidak menanggapi pesan tersebut.
Sementara Nara sumber pelatihan Hsb saat dihubungi dan mengetahui yang menghubunginya adalah awak media, mengalihkan percakapan dengan alasan mengantar pesanan. "Saya masih harus antar pesanan, headline ini", ucapnya.
Baca Juga: Kapolda Sumut Hadirkan Polisi Pariwisata di Kawasan Danau Toba
Saat dihubungi kembali tidak lagi ada jawaban, demikian juga Kadis Naker tidak menjawab ataupun merespon pesan WA yang dilayangkan.
Inilah yang menyebabkan adanya dugaan penyimpangan dalam kegiatan pemberian bantuan peralatan tenaga kerja dari pemerintah kabupaten Padanglawas melalui Disnaker Palas.
Baca Juga: Tak hanya Enak Diminum, Ternyata Kelapa juga Bisa Diolah Jadi Minyak untuk Kecantikan
Berita sebelumnya telah tayang di Realitasonline.id Rabu (23/8). Dengan judul berita " Bantuan Peralatan di Disnaker Palas Bermasalah Diduga Harga Barang Dimark up".(SS)