Baca Juga: Syahrul Pasaribu Inspirator Generasi Muda
" Bukan maksud membandingkan dengan masa pak Syahrul memimpin, tapi memang fakta dan kenyataannya jauh berbeda. Baik pembangunan maupun interaksi sosial dan keagamaan tak lagi seperti dulu, " ujarnya.
Nahrowi pun berkeinginan, meski sudah tak lagi menjabat Bupati, Syahrul Pasaribu harus tetap berada di tengah-tengah masyarakat layaknya orangtua yang senantiasa mengayomi anaknya yang diamini seluruh jamaah yang hadir. Syahrul Pasaribu harus terus mengabdikan diri kepada rakyat. Agar pengabdian itu terlaksana secara formal, Nahrowi pun mendorong Syahrul mencalon DPR RI di pemilu 2024 mendatang.
Tak hanya siap mendukung, masyarakat Bandar Tarutung juga akan memberitahu saudaranya di Tapsel dan sekitarnya, bahwa Syahrul adalah pemimpin yang amanah dan tidak lupa rakyat.
" Pak Syahrul ini bukan tipikal orang yang begitu duduk lupa akan amanah dan janjinya. Sepuluh tahun memimpin Tapsel, karya nyatanya sudah terbukti dan dinikmati warga saat ini, " ujarnya.
Baca Juga: Fahrizal Efendi Nasution Terpilih Ketua DPC Hanura Mandailing Natal Secara Aklamasi Madina
Kepada Ketua Golkar Tapsel, Rahmat Nasution, Nahrowi meminta dan mendorong pemkab mewujudkan percepatan berbagai program pembangunan, karena sangat mempengaruhi kehidupan warga.
" Seperti yang tadi kami sampaikan pak, program pembangunan di dua tahun belakangan ini agak tersendat bahkan hampir tidak ada. Tolong pak Rahmat kawal dan perjuangkan itu, " pintanya.
Ketua DPD Golkar Tapsel, H. Rahmat Nasution menjelaskan, sesungguhnya sudah ada beberapa alokasi anggaran untuk pembangunan di Kecamatan Angkola Sangkunur, ditampung di APBD 2022.
" Salah satunya, seharusnya pada tahun kemarin Jalan Nasional-Batu Godang sudah terbangun. Karena memang dana senilai Rp.2,5 miliar sudah ditampung pada APBD untuk pembangunannya, " jelasnya.
Baca Juga: Kapolres Binjai Sambangi Tokoh Agama Jelang Idulfitri 1444 Hijriah
Hanya saja, kata Rahmat, pembangunannya tak dikerjakan tanpa alasan yang jelas. Alhasil, dana untuk pembangunan jalan itu, berikut kegiatan pembangunan lainnya di Tapsel menjadi SILPA.
Akibat banyaknya program pembangunan yang sudah ditampung tapi tidak dikerjakan, terjadi SILPA Rp.344 miliar lebih ditahun anggaran 2022. Uang yang seharusnya bisa mendorong pertumbuhan perekonomian kita justru menganggur di rekening Pemkab Tapsel.
" Faktor ini jugalah yang mungkin membuat Indeks Pertumbuhan Manusia (IPM) Tapsel di tahun 2022 turun ke rangking 22 dari 21, dilangkahi Kabupaten Padang Lawas Utara, " ujar Rahmat.
Tidak lagi bermitra kerja dengan Bupati Syahrul Pasaribu karena harus Purna Bakti di Februari 2021 lalu, menurut Rahmat, membuat usulan dan realisasi program pembangunan mandek.