Dia menyebutkan, pemerintah berupaya untuk melakukan beberapa hal. Di antaranya menjaga keseimbangan terkait pengaturan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras serta harga Gabah Kering Panen (GKP).
Baca Juga: Toyota Vellfire: Mobil Mewah Tingkat Kenyamanan Tinggi, Mampu Tempuh 100 Kilo dalam Waktu 9,4 detik
“Pengaturan yang baik dan kebersamaan antara petani dan konsumen menjadi titik keseimbangan yang saling menguntungkan, sekaligus menjaga stabilitas. Tadi, pada panen raya di Babahrot, pihak Bulog langsung membeli padi petani yang baru di panen dengan harga Rp 6.500 per kilogram,” tutur Hendri.
Ia berharap, Kabupaten Abdya tetap menjadi salah satu lumbung pangan Provinsi Aceh.
Sebagaimana yang disampaikan Bupati Safaruddin, sebut Hendri, kendala yang dihadapi oleh petani Abdya memang pada infrastuktur dan alsintan.
“Kalau sumber air kita ada, cuma irigasi tersier kita ada yang dalam kondisi rusak dan ada juga yang perlu dibangun, sehingga air bisa tersalurkan ke lahan-lahan sawah petani. Begitu juga dengan alsintan, kita juga perlu penambahan,” pungkas Hendri. (Zal)