Tak Beritikad Baik, Para Wartawan di Aceh Tengah akan Berunjuk Rasa ke Wabup Muchsin Hasan

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Rabu, 21 Januari 2026 | 15:47 WIB
Wartawan Aceh Tengah dalam sebuah pertemuan (Realitasonline.id/ist)
Wartawan Aceh Tengah dalam sebuah pertemuan (Realitasonline.id/ist)

 

Realitasonline.id - Aceh Tengah | Puluhan wartawan yang bertugas di Kabupaten Aceh Tengah menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Aceh Tengah dalam waktu dekat.

Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas sikap Wakil Bupati (Wabub) Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang sebelumnya dianggap melecehkan profesi wartawan.


Permintaan maaf yang disampaikan Wabup hanya melalui pengiriman rilis ke sejumlah media kemarin, dinilai sebagai bentuk pengabaian dan penghinaan terhadap insan pers.

Pasalnya, pernyataan tersebut tidak disampaikan secara terbuka dan langsung kepada wartawan yang merasa dirugikan.

Baca Juga: Kepala BNPB Kunjungi Bireuen Salurkan Bantuan untuk Dayah Ummul Ayman dan Serahkan DTH Terdampak Bencana

 

Menurut para wartawan, tindakan tersebut justru memperparah keadaan. Setelah sebelumnya diduga melontarkan pernyataan yang merendahkan, kini Wabup kembali dianggap melecehkan profesi wartawan dengan menyampaikan permohonan maaf secara sepihak dan tidak beretika.

Koordinator aksi, Yusra Efendi, bersama sejumlah wartawan lokal Aceh Tengah, menegaskan bahwa sikap tersebut tidak dapat diterima dan menjadi pemicu utama rencana aksi demonstrasi.

“Jika Wakil bupati menganggap remeh profesi kami dengan hanya mengirim rilis permohonan maaf, maka kami juga tidak akan main-main. Kami akan menggelar aksi di Kantor bupati Aceh Tengah dan memboikot seluruh pemberitaan Pemerintah daerah, kecuali pemberitaan yang berkaitan dengan temuan kasus dan kepentingan publik,” tegas.

Yusra menambahkan, Wakil bupati Muksin Hasan dinilai telah melampaui batas kesabaran wartawan karena dinilai enggan dan terkesan gengsi untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan insan pers dan masyarakat.

 

Baca Juga: Jumlah Pengungsi Dampak Bencana Tapsel Capai 12.000 Orang

“Ini sudah kelewatan batas. Penghinaan dan pelecehan terhadap profesi wartawan yang dilakukan secara berulang adalah tanda bahwa ‘genderang perang’ sudah ditabuh oleh yang bersangkutan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X