Wabup Razuardi Buka Bimtek Satuan Pendidikan Aman Bencana. Sebanyak ini Jumlah Peserta

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Senin, 13 April 2026 | 21:38 WIB
Wabup Bireuen, Razuardi ketika menyampaikan arahan pada pembukaan Bimtek SPAB Bireuen. (Realitasonline.id/AJ)
Wabup Bireuen, Razuardi ketika menyampaikan arahan pada pembukaan Bimtek SPAB Bireuen. (Realitasonline.id/AJ)

Realitasonline.id - BIREUEN l Wakil Bupati (Wabup) Bireuen Razuardi membuka kegiatan Bimtek Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar DMC Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen dan Yayasan JDP28.

Bimtek dalam rangka memperingati Hari Kesiap Siagaan Bencana Nasional (HKB) berlangsung satu hari di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bireuen, kawasan Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Wabup Bireuen Razuardi ketika membuka acara tersebut, Senin (13/4/2026), mengatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Baca Juga: Instruksi Cepat Bupati Safaruddin: Dinsos dan Baitul Mal Abdya Wajib Pastikan Nurlaila Tak Terabaikan

Sebut Wabup Razuardi, Bintek tersebut merupakan penguatan kapasitas SDM di sektor pendidikan untuk menghadapi risiko banjir dan tanah longsor di kabupaten setempat.

Ia juga menyebutkan, sekolah harus menjadi lingkungan yang tangguh dan aman bagi anak-anak.

"Saya berharap para tenaga pendidik, tidak hanya mampu mengidentifikasi risiko dan menyusun rencana evakuasi, tetapi menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan budaya sadar bencana," tegas Razuardi.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Akhirnya Terungkap ke Publik, Tampil Lebih Fresh dengan Warna Kuning Cerah yang Bikin Jatuh Cinta dan Harga yang Siap Mengguncang

Achmad Lukman, selaku pihak yang mewakili DMC Dompet Dhuafa pada kesempatan itu menjelaskan, pelatihan tersebut diikuti seratus peserta dari 20 sekolah yang terbagi dalam dua gelombang.

Sebut Achmad Lukman, setiap sekolah mengirimkan 5 utusan untuk memastikan efektivitas implementasi program di lapangan.

Ia juga mengatakan, kesiapsiagaan bencana adalah investasi jangka panjang.

"Dengan meningkatkan kapasitas guru sebagai fasilitator lokal, maka risiko serta dampak bencana di lingkungan pendidikan dapat diminimalisir secara signifikan. Kami ingin memastikan ilmu keselamatan ini terdiseminasi secara berkelanjutan melalui simulasi mandiri dan latihan bersama di tiap sekolah," ujarnya.

Seterusnya sebut Achmad Lukman menyebutkan, Bimtek itu menjadi pionir di Pulau Sumatra yang dimulai dari Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh.

Sedangkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Dr. Muslim menekankan tentang pentingnya manajemen mitigasi yang sejalan dengan perbaikan infrastruktur.

Baca Juga: Sikapi Potongan Video Ceamah Jusuf Kalla, Sutrisno Pangaribuan : Umat Kristen Proaktif Tapi Tidak Reaktif

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X