"Namun, bagi kita sebelum menemukan kesepakatan, akan terus berusaha sampai tempat salat yang kita dambakan itu berdiri di sini," imbuh Ustaz Athaillah.
Sementara Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Samalanga, M Yahya Arsyad kepada Realitas mengatakan, berkumpulnya warga Persyarikatan Muhammadiyah dan simpatisannya di lokasi pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Samalanga di Desa Sangso Kecamatan Samalanga karena adanya acara halal bihalal atau pertemuan silaturahmi Idul Fitri 1444 H.
"Sebenarnya ini kegiatan Silaturahmi dalam rangka Idul Fitri 1444 Hijriyah. Jadi sebelum bersilaturahmi kami melaksanakan salat subuh," katanya.
"Karena kondisi balai kecil, tidak dapat menampung yang hadir, maka kami melaksanakan salat subuh di atas sajadah yang kami bentangkan di rumput. Tetapi ini tidak ada masalah, salatnya sah dan yang penting Idul Fitri masih berasa,"ujar M Yahya Arsyad.
Baca Juga: Real Betis Kalah Telak 4-0, Bercelona Kukuh di Puncak
Seperti pernah diberita Realitasonline.id, pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Samalanga di Desa Sangso Kecamatan Samalanga telah dimulai sejak tahun 2015 lalu.
Namun, masjid yang dibangun oleh warga Muhammadiyah mendapat penolakan dari pihak tertentu atau kelompok intoleran karena alasan tidak boleh membangun masjid sebelum masjid-masjid yang sudah duluan dibangun penuh jemaah. (AJ/AY)