Blangpidie - Realitasonline.id | Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diminta untuk memperhatikan kondisi air bersih dan persediaan air selama musim panas (kemarau) yang diprediksi hingga September mendatang.
Anggota DPRK Abdya, Julinardi, Kamis (15/6/2023) mengatakan, upaya mengantisipasi kekurangan air bersih selama musim kemarau sangat penting dilakukan, mengingat kondisi debit air sungai termasuk sumur milik warga telah banyak yang menyusut bahkan kering.
Bahkan ada beberapa warga yang mulai melakukan pengoboran sumur untuk mendapatkan persediaan air bersih di rumahnya.
Baca Juga: PMI Bireuen, Dinsos dan Dirut PT Takabeya Bantu Korban Kebakaran di Peusangan
“Saat ini banyak warga yang datang ke sejumlah daerah aliran sungai (DAS) untuk keperluan mandi, mencuci pakaian dan lainnya selama musim panas melanda Abdya. Begitu juga tanaman perkebunan milik warga yang masih berusia muda, yang seharusnya mendapatkan suplai air cukup justru mati kekeringan,” katanya.
Jika musim panas ini berlangsung lebih lama dan lebih kering dari biasanya, maka akan ada peningkatan risiko kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran hutan dan lahan hingga gangguan produksi pangan lantaran kekurangan suplai air.
Baca Juga: Benarkah Hadist Yang Sebut Hewan Kurban Jadi Lintasan Shiratal Mustaqim?
Ditambahkan, kondisi air sumur warga sekarang masih tersedia meskipun debitnya telah banyak berkurang terkadang cendrung berbau amis. Namun demikian dalam beberapa hari terakhir belum turun hujan dan terjadi peningkatan suhu udara dimana cuaca sangat panas berdampak pada penurunan debit air sumur warga termasuk sungai.
Bahkan, dalam beberapa hari ini, sejumlah anak sungai telah ada yang kering. Kebutuhan air bersih untuk konsumsi rumah tangga saat ini masih bisa terpenuhi. Warga mengandalkan air bersih dari sumur dan sumur bor. Namun demikian, kedepan saat musim panas ini makin panjang, warga akan mengalami kesulitan dan mengandalkan bantuan droping air bersih dari Pemkab Abdya.
Baca Juga: Benarkah Hadist Yang Sebut Hewan Kurban Jadi Lintasan Shiratal Mustaqim?
“Perlu perhatian khusus dari pemerintah agar kekurangan air bersih bagi warga tidak terjadi. Tentunya harus dilakukan upaya antisipasi sejak dini,” tandas Julinardi.
Diinfokan sebelumnya, debit air di sejumlah sungai dalam Kabupaten Abdya semakin berkurang. Kondisi tersebut disebabkan musim panas yang melanda wilayah Abdya dan sekitar sejak beberapa pekan terakhir.
Amatan wartawan di lapangan, umumnya sungai yang ada disembilan kecamatan dalam kabupaten setempat mengalami kekurangan debit air, mulai dari sungai (krueng) Babahrot, Krueng Susoh, Krueng Suak, Krueng Tangan-Tangan, Krueng Manggeng dan Krueng Baru yang berbatas langsung dengan Kabupaten Aceh Selatan.