Jumat Curhat Bersama Kapolres Bireuen: Warga Tagih Janji Kasus Batu Gajah Hingga Pembakaran Balai Pengajian

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Sabtu, 5 Agustus 2023 | 07:00 WIB
Kapolres Bireuen pada Jumat Curhat dengan pekerja pers. Truk pengangkut batu gajah di Bundaran Simpang IV Kota Bireuen yang tidak sesuai SOP. (Realitasonline.id/AJ)
Kapolres Bireuen pada Jumat Curhat dengan pekerja pers. Truk pengangkut batu gajah di Bundaran Simpang IV Kota Bireuen yang tidak sesuai SOP. (Realitasonline.id/AJ)

Bireuen - Realitasonline.id | Kapolres Bireuen AKBP Jatmiko mengadakan pertemuan dengan puluhan wartawan Bireuen, Jumat (4/8/2023).

Dihadapan puluhan wartawan yang menghadiri acara bertajuk Jumat Curhat, Kapolres Bireuen AKBP Jatmiko mengatakan Jumat Curhat merupakan pertemuan perdana dirinya dengan wartawan liputan Kabupaten Bireuen.

"Ini pertemuan perdana setelah saya dilantik sebagai Kapolres Bireuen. Kemitraan dengan wartawan sangat kita harapkan berjalan baik untuk kepentingan kabupaten ini," ujar AKBP Jatmiko.

Baca Juga: Polres Padangsidimpuan Beri Penyuluhan Anti Narkoba dan Kenakalan Remaja di SMAN 5

Pada pertemuan itu juga dibuka kesempatan untuk tanya jawab dan menyampaikan masukan- masukan yang berkaitan dengan Kabupaten Bireuen.

Beberapa wartawan pun memanfaatkan kesempatan tersebut. Ada yang bertanya tentang isu hangat dan hal lainnya seperti razia sepeda motor yang dilakukan Polantas setempat dan juga seputar truk pengangkut batu gajah yang dinilai menyalahi aturan.

Terkait kasus pembakaran Balai Pengajian Muhammadiyah Samalanga di Desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen yang terjadi, Selasa (30/8/2023) lalu disebutkan, pihak Polres Bireuen sampai saat ini masih susah mengungkap pelaku pembakaran Balai Pengajian milik Perserikatan Muhammadiyah.

Baca Juga: Kejari Padangsidimpuan Beri Keputusan Soal PAKEM

Kendalanya, sebut Kasat Reskrim AKP Zia Ul Archam yang mewakili Kapolres AKBP Jatmiko, tidak ada saksi baik dari masyarakat mau pun dari pihak korban.

"Walaupun demikian, kami tidak akan menyerah. Karena di situ telah terjadi unsur kriminalitas," sebut Kasat Reskrim AKP Zia Ul Archam.

Ia juga menyebutkan, dalam menangani kasus tersebut, pihaknya tidak mendukung Muhammadiyah dan pula ke pihak lainnya. Dalam hal ini Polres Bireuen lebih melihat pada sisi kriminalitas saja.

Baca Juga: Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Samsudin yang Ternyata Bukan Dibegal, Identitas Pelaku Sudah Ditangan

"Di situ ada kriminalitas yaitu pembakaran Balai Pengajian. Kami tetap mengungkapkannya kasus itu," tegasnya.

Sambungannya lagi, pasca terbakarnya Balai Pengajian tersebut, Pemkab Bireuen telah membuat perdamaian antara Muhammadiyah dengan masyarakat Sangso. Tetapi yang hadir, kata Kasat itu bukan masyarakat Sangso, hanya dari pihak Muhammadiyah dengan pihak Pemkab Bireuen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X