Realitasonline.id | Gorengan menjadi menu takjil favorit ketika berbuka puasa. Rasanya yang renyah dan mudah didapat, membuat banyak orang memilih gorengan sebagai makanan pelepas lapar setelah berpuasa.
Dietisien dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) Tony Arjuna, SGz, MNutDiet, AN, APD menegaskan bahwa gorengan tidak disarankan sebagai menu berbuka.
"Gorengan sangat tidak direkomendasikan untuk berbuka karena komposisinya dominan karbohidrat dan lemak tidak sehat," ungkapnya dalam seperti dikutip Realitasonline.id Selasa (11/4/2023).
Baca Juga: Hati-hati Modus Penipuan Baru! Pria ini Ganti QRIS Kotak Amal Masjid di Jaksel
"Kan jarang yang ada gorengan yang 1-2 kali pakai ganti minyaknya," kata Dietisien Tony.
Terangnya, minyak kebanyakan dipakai berulang kali sehingga menjadi sumber penyebab kolestrol.
"Kebanyakan minyak yang digunakan itu sudah dipakai berkali-kali dan jadi model sumber kolesterol," ungkapnya.
Baca Juga: Ketiduran saat Malam Lailatul Qadar? Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Selain itu, gorengan tersusun dari karbohidrat sederhana yang bersifat cepat dibakar dan dicerna oleh tubuh.
Sehingga kadar gula darah dalam tubuh bisa menjadi cepat turun dan membuat cepat lapar.
Baca Juga: Penyebab Sembelit Saat Puasa Apa Saja? Kurangi Jenis Makanan ini
Jadi, walaupun gorengan itu terasa lezat, terlebih dinikmati saat berbuka puasa upayakan tunda memakannya.
Anda dapat menikmati menu berbuka puasa yang aman bagi pencernaan, seperti kurma dan buah segar manis lainnya. (TRI/IP)