Jakarta - realitasonline.id | Twitter akan memiliki pemimpin baru dalam beberapa minggu ini. Hal ini pun sudah dikonfirmasi langsung oleh pemilik Twitter Elon Musk, yang menyebut bahwa pemimpin Twitter adalah seorang perempuan.
Dalam postingan di Twitter, Elon Musk menyebut perempuan itu akan segera memimpin Twitter dalam enam minggu. Elon Musk pun mengaku akan fokus pada pekerjaan lain di Twitter.
"Peran saya akan berpindah jadi kepala eksekutif dan CTO, mengawasi produk, perangkat lunak, dan sistem operasi," tulis Elon Musk.
Baca Juga: Blokir Facebook Messenger Dari Apple, Netizen Meradang
Diketahui sejak menyelesaikan pembelian Twitter dengan nilai USD44 miliar atau mencapai Rp664 triliun pada Oktober 2022, Elon Musk memimpin langsung seluruh proses kerja Twitter. Artinya lebih dari setengah tahun pria kelahiran 28 Juni 1971 itu menjadi orang nomor satu di bisnis Twitter.
Selama memimpin Twitter, Elon Musk memang sadar jika dirinya tidak bisa lama-lama menangani Twitter. Pada Desember 2022 dia membuat polling mengenai dirinya yang harus tetap atau pergi dari Twitter mengurus bisnisnya yang lain.
Saat itu hasil polling meminta dirinya untuk tidak memegang Twitter dan langsung disetujui. Hanya saja dia tidak memberikan tenggat waktu kapan dia harus pergi dari Twitter.
Baca Juga: Pembagian Kelompok Piala Asia 2023 di Qatar, Indonesia Masuk ke Grup Mana?
"Saya akan berhenti dari CEO Twitter setelah saya menemukan orang yang cukup bodoh untuk menerima pekerjaan ini, saya hanya akan menjalankan software dan server saja," cuitnya saat itu.
Selain itu di tangan Elon Musk, Twitter tidak lagi punya sistem moderasi yang ketat. Belum lagi upaya Elon Musk yang membangkitkan kembali akun-akun provokatif yang dulunya pernah dimatikan oleh pemegang kebijakan Twitter sebelum Elon Musk.