Ramai Soal Perceraian, Hak Asuh Anak Apakah Selalu Jatuh di Tangan Ibu?

photo author
Ilham Aga Putra Lubis, Realitas Online
- Senin, 12 Juni 2023 | 07:00 WIB
Gambar ilustrasi (Realitasonline.id/dok)
Gambar ilustrasi (Realitasonline.id/dok)

Medan - realitasonline.id | Akhir-akhir ini dunia hiburan Indonesia banyak diterpa kabar perselingkuhan yang mengakibatkan pada perceraian. Dengan diputuskannya perceraian, hak asuh anak menjadi pembahasan penting. Untuk itu bagaimana sebenarnya syarat hak asuh anak dalam Islam?

Bagi Anda yang beragama Islam, ada beberapa syarat hak asuh anak yang diatur dalam agama. Secara umum, Islam menyatakan bahwa ibu lebih berhak daripada ayah untuk membesarkan anak. Namun, tidak semua ibu serta merta mampu menafkahi anaknya setelah bercerai.

Adapun syarat-syarat hak asuh anak dalam Islam harus memenuhi beberapa hal, mulai dari kesehatan, kemandirian, memiliki istri yang muslim, tempat tinggal tetap yang dapat diandalkan dan menikah dengan laki-laki.

 

Baca Juga: Video Syur Rebecca Klopper Hebohkan Publik: Saya Mohon Maaf kepada Masyarakat Indonesia

 

Selain perempuan, ketentuan nafkah juga berlaku bagi ayah dalam hal-hal yang diperbolehkan. 

Dikutip dari NU Online. Berikut kami rangkum berbagai syarat hak asuh  dalam islam yang pasti harus anda ketahui.

Sebelum mengetahui syarat hak asuh anak dalam Islam, terlebih dahulu harus memahami tujuan pengasuhan anak. Pengasuhan  dalam bahasa Arab disebut dengan Hadhanah. Hadhanan berarti tulang rukuk atau di pangkuan seperti ketika seorang ibu meletakkan bayinya di pangkuannya saat menyusui.

 

Baca Juga: Gagal Tampil di Jepang, Jisoo Blackpink Dikabarkan Terinfeksi Covid-19

 

Istilah Hadhanah juga dipahami sebagai upaya membesarkan dan mendidik anak sejak lahir hingga mampu menghidupi diri sendiri. Biasanya, masa pengasuhan ini berlangsung dari lahir hingga masa kanak-kanak. Jika lebih tua dari Tamyiz, maka tidak lagi disebut sebagai silsilah.

Pola asuh sangat erat kaitannya dengan kondisi pasangan yang bercerai. Oleh karena itu, tujuan menjadi orang tua adalah memikul dan mengelola tanggung jawab atas pengasuhan dan pendidikan anak-anak setelah perpisahan, perbedaan pendapat, atau kesulitan keuangan orang tua. Jika pendidikan ini diabaikan, maka itu adalah kezaliman yang dibenci Allah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ilham Aga Putra Lubis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Unggulan Pejabat Kadis Pertanian dan Ketapang Taput

Jumat, 23 Januari 2026 | 11:49 WIB

PTPN1 Regional 1 Sembelih 13 Lembu, 4 Kambing

Minggu, 8 Juni 2025 | 06:46 WIB
X