Medan - Realitasonline.id | Sebelum hari raya Idul Adha dianjurkan untuk melakukan puasa selama 2 hari karena memiliki keutamaan yang sangat besar.
Syariat Islam berpendapat bahwa hukum puasa menjelang Idul Adha adalah sunnah muakkad yang berarti sangat dianjurkan dalam pelaksanaannya.
"Puasa di hari Tarwiyah atau 8 Dzulhijjah akan mendapat ampunan dosa selama setahun yang lalu sedangkan puasa hari Arafah 9 Dzulhijjah akan diampuni dosa 2 tahun," (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Belum Miliki SD, Warga Dolok Godang Tapsel Mengeluh ke Anggota DPRD Sumut
Sebagaimana puasa Idul Adha pada 8 Dzulhijjah disebut dengan puasa Tarwiyah. Sedangkan puasa Idul Adha pada hari kedua ditunaikan pada 9 Dzulhijjah disebut dengan puasa Arafah.
Puasa Idul Adha dianjurkan bagi yang tidak menunaikan ibadah haji adalah puasa Arafah.
Kemudian, dianjurkan bagi seseorang untuk berencana berpuasa Idul Adha untuk melafalkan niat puasa sunah pada malam hari ataupun sebelum tidur, sebelum azan subuh dikumandangkan tujuannya agar niat dalam berpuasa Idul Adha benar-benar terjaga dan kuat sepanjang hari.
Baca Juga: Jadi Narasumber LK II, Syahrul M Pasaribu Ajak Kader HMI Persiapkan Diri Hadapi Indonesia Emas 2045
Berikut bacaan niat puasa Idul Adha yang pertama dan kedua, yakni puasa sunnah Tarwiyah dan puasa sunnah Arafah
Diambil dari buku berjudul buku pintar panduan lengkap ibadah muslim tahun 2012 yang ditulis oleh Ustaz Muhammad Syukron Maksum bacaan niat puasa Idul Adha pada hari pertama dan hari kedua sebelum hari raya Idul Adha.
Niat Puasa Hari Pertama: Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّهِ تَعَلٰى
Artinya:"saya berniat puasa sunnah tarwiyah karena Allah ta'ala".
Puasa tarwiyah ini merupakan ibadah puasa sebelum Idul Adha di hari pertama yang secara umum dilakukan tanggal 8 Dzulhijjah.