"Kalau dijual labu paling Rp10.000 kan per kilo, anak saya yang lain juga udah bekerja," ujarnya.
"Ditambah lagi MTs Pakis ini tidak memungut biaya hanya saja kalau Mas Isrodin ada tamu ataupun kegiatan kita suka nyumbang makanan buat sajian," imbuhnya.
Kepala sekolah MTs Pakis juga mempertanggungjawabkan sekolah tersebut karena menurut Isrodin bahwa MTs Pakis juga tetap mempunyai kurikulum seperti sekolah lainnya sejak 2013.
"Kurikulumnya sama karena kita ingin sekolahnya itu ramah lingkungan dan satwa liar karena kebanyakan anak-anak hidup di pinggir hutan jadi kita belajar tentang menanam aren serta tanaman konservasi lainnya," ucap Isrodin.
MTS pakis para pengajarnya juga banyak dari para relawan mahasiswa.
"Saat ini ada 5 amikom sampai 6 bulan ke depan dari Unsoed 10 orang mahasiswa," tambahnya.
Menurut kabar, MTs Pakis juga sudah meluluskan tujuh kali siswa dan tahun ini merupakan tahun ajaran yang ke-11. (MIF)