Workshop dimulai di Ternate pada 11 Juli. Kemudian, dilanjutkan di Kota Manado, Jakarta, Bandung, Samarinda, Pekanbaru, Jayapura, dan Kupang dari Juli sampai dengan Oktober 2023 mendatang.
Kota-kota tersebut merupakan wilayah yang teratas dengan risiko tinggi yang didasarkan dari indeks kerawanan Pemilu pada pemilihan tahun 2024.
Rencananya, workshop itu dihadiri beberapa tokoh masyarakat setempat, relawan pemilu, pemuka agama serta perwakilan dari mahasiswa.
Dari rangkaian tersebut, WhatsApp bertujuan untuk menjangkau 800 tokoh masyarakat yang ada di 8 kota.
Sebagaimana, dengan tujuan memperdayakan mereka untuk mengedukasi banyak pemilih melalui komunitasnya masing-masing. (MIF)