Netizen yang iba melihat ini kemudian mengirimkan uang. Donatur tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari luar negeri.
"Anak-anak ini pada momen-momen tertentu diangkat bisa menggugah hati netizen yang bisa jadi donatur di shooting pelaku. Bayi menangis, setelah itu diupload ke media sosial Tiktok," sebut Kapolrestabes Medan.
Baca Juga: Prihatin Kondisi Jalan Lolowua - Dola, Baskami Minta Pemprovsu Beri Atensi Khusus
"Dari situ donasi berdatangan tidak ada hanya dari Indonesia tapi juga dari luar negeri," jelas mantan Dirlantas Polda Sumut itu lagi.
Sambung Kapolrestabes, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan untuk mengevakuasi 26 anak-anak yang berada di dalam panti asuhan.
"Dua anak sudah dikembalikan ke orangtuanya. Empat anak sudah diserahkan ke Dinsos Deliserdang dan 20 anak lagi di Sentra Bahagia di Kemensos," pungkasnya. (TM)