Pakar Pendidikan Pastikan Indonesia Dapat Bonus Demografi, Guru Besar Unimed Ungkap 3 Hal Fundamental Ini

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Rabu, 10 Januari 2024 | 21:07 WIB
Guru Besar Unimed Prof Syawal Gultom ungkap 3 hal fundamental untuk meraih bonus demografi. (Realitasonline.id/Humas)
Guru Besar Unimed Prof Syawal Gultom ungkap 3 hal fundamental untuk meraih bonus demografi. (Realitasonline.id/Humas)

Realitasonline.id| Medan, Guru Besar Unimed (Universitas Negeri Medan) Prof Syawal Gultom menyampaikan ada 3 hal fundamental tentang pendidikan untuk memastikan meraih bonus demografi.

Pertama, kata Prof Syawal Gultom, momentum peran pendidikan yang dimulai dari sekolah hari ini. Kedua, substansi pendidikan Indonesia yakni kurikulum seharusnya tidak terbatas pada kompetensi/CP. Ketiga, mengubah suasana belajar di kelas dan motivasi belajar siswa.

Prof Syawal Gultom mengatakan hal itu saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional yang mengangkat tema Peran Pendidikan dalam Memastikan Bonus Demografi Bisa Diraih di Universitas Yarsi Jakarta pada Rabu (10/1/2024).

Baca Juga: Unimed Optimis Healthy Care Pacu Semangat Generasi Muda Sambut PON 2024 Aceh Sumut

Seminar nasional itu menghadirkan sejumlah pakar pendidikan Indonesia yang memberikan gagasan konstruktifnya.

Di antaranya Emil Salim, Fasli Jalal, Syawal Gultom, Amich Alhumami, Nawawi, Sudarno Sumarto, Abdul Malik, Shintia Revina, Muchlas Samani, Anita Lie, Iwan Pranoto, Fauziah Fauzan El Muhammady, Tedy Setiawan, Doni Koesoema dan Yan Feski

Prof Syawal Gultom menjabarkan 3 hal fundamental tetang pendidikan untuk memastikan meraih bonus demografi yakni:

1. Momentum peran pendidikan yang dimulai dari sekolah hari ini. Gambaran masa depan Indonesia dilihat dari hari ini.

Rentang waktu tahun 2024 – 2045 atau 20 tahun mendatang, pendidikan dapat terus berlangsung baik dari rumah, sekolah, masyarakat dan dunia kerja. Sehingga tahun 2045 akan terwujud Indonesia Emas.

Baca Juga: Wisuda 1703 Lulusan, Rektor Prof Baharuddin: Alhamdulillah! UNIMED Kini Punya 34 Guru Besar

2. Substansi Pendidikan Indonesia, kurikulum seharusnya tidak terbatas pada kompetensi/CP, konten, proses dan assesment, akan tetapi kebijakan nasional dan lokal tentang peta SDM yang sesuai dengan stuktur dan fokus kepada keunggulan daerah.

Bahkan kurikulum termasuk kebijakan pemetaan potensi anak Indonesia untuk bidang akademik, profesi dan vokasi.

Sejatinya, kurikulum itu potret dan capaian peradaban berbasis nilai dengan mengandalkan dan fokus pada hasil/produk kekuatan berpikir yang hakiki berupa ide, gagasan, ilmu, teknologi dengan menggunakan basis informasi dan petunjuk yang sudah pasti benar secara epistomologis, aksiologis apalagi secara ontologis.

Sehingga anak Indonesia seperti yang disebut Barbara J Duck, arrive at informed judgments, memiliki high level skills dan memiliki the ability to function in a global community dan/atau apalagi untuk Indonesia.

Dengan pendekatan kuantitatif seharusnya TK/PAUD 95% adalah muatan tentang sikap, 5 % pengetahuan dan keterampilan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X