Dijelaskannya, UIN Sumatera Utara Medan, bukan milik satu golongan tertentu atau etnik tertentu saja bahkan bukan hanya dimiliki agama tertentu.
“Perlu kami sampaikan, sampai tahun akademik 2017-2023, UINSU memiliki 37 mahasiswa Kristen dan Katolik yang nyaman, damai tanpa ada gangguan-gangguan apapun,” ujar Rektor.
Disebutkan Rektor, saat ini UINSU Medan memiliki delapan fakultas, yakni Fakultas Syari’ah dan Hukum, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Sains danTeknologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Program Pasca Sarjana.
UINSU memiliki 63 Program Studi dengan posisi akreditasi 7 berstatus Unggul, 46 berstatus Baik Sekali dan sejumlah kecil masih Baik. “Saat ini UINSU sedang bekerja keras untuk melakukan reakreditasi Institusi sehingga pada tahun 2024, UINSU dapat meraih akreditasi Unggul,” kata rektor.
Di tengah persoalan yang mendera UINSU dalam tiga tahun belakangan ini, UINSU tetap saja bangkit, bertumbuh dan berkembang.
“Saya bangga dengan kedewasan warga UINSU yang dapat memilah berbagai persoalan institusi dan masalah-masalah itu tidak memberi pengaruh besar dalam perkembangan kampus”, kata Prof Nurhayati.
Namun lanjut Rektor, harus diakui dengan jujur, persoalan yang mendera sedikit banyaknya juga mempengaruhi kinerja pimpinan dan tenaga kependidikan (tendik). “Syukurlah, kerjasama tim yang kuat, satu persatu persoalan-persoalan besar yang melanda dapat diurai dan pelan-pelan dapat diselesaikan”.
Baca Juga: Mobil Suzuki S-Presso Didesain dengan Warna Jeruk, Ternyata Mobil Ini Murah
Setelah dilantik menjadi Rektor, satu di antara Tujuh Program Prioritas adalah menyelesaikan persoalan-persoalan selama ini membebani dan memberati UINSU.
“Alhamdulillah, masalah-masalah itu telah menemui titik terang,” bebernya.
Pertama, masalah penerimaan Dosen BLU yang menggantung selama hampir dua setengah tahun, telah selesai. Sebanyak 51 Dosen BLU telah diserahkan SK-nya dan siap bertugas di UIN Sumatera Utara.
Kedua, Persoalan Tanah Sena, yang hampir 5 Tahun tidak mengalami progress, saat ini sudah hampir selesai.
Tanah Sena ini penting karena disiapkan untuk Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran, auditorium besar dan berbagai sarana dan prasarana pengembangangan kreativtas mahasiswa.
Baca Juga: Open Rekrutmen Kemendesa PDTT 2023: Terbuka Bagi Lulusan SMA dan SMK