Nabila memimpin sebuah proyek Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Desa Ndeskati, Kabupaten Karo. Proyek ini bertujuan untuk mengubah limbah kulit kopi menjadi pewarna alami yang digunakan dalam pembuatan batik aksara Karo.
Proyek tersebut berlangsung selama tiga bulan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat setempat. Selain meningkatkan nilai tambah dari limbah kulit kopi, proyek ini juga memperkuat peran perempuan dalam pelestarian budaya dan pengelolaan lingkungan.
Pelatihan Pembuatan Batik
Selama proyek, para peserta, yang mayoritas adalah anggota PKK Desa Ndeskati, dilatih dalam proses pembuatan batik. Pelatihan mencakup langkah-langkah mulai dari pengumpulan dan pengeringan limbah kulit kopi hingga ekstraksi pewarna alami dan aplikasi aksara Karo pada kain batik.
Para peserta sangat antusias mengikuti setiap tahapan, dan proyek ini berhasil menghidupkan kembali budaya aksara Karo yang hampir terlupakan. Selain menghasilkan batik yang indah, produk ini memiliki nilai lingkungan dan budaya yang tinggi, seperti yang diungkapkan oleh para peserta pelatihan.
Baca Juga: Tugas Kebangsaan Seorang Wartawan: Berkawan Setia dengan Bahasa
Peran Nabila dalam Berbagi Ilmu dan Inovasi Lokal
Selain terlibat dalam proyek PKM, Nabila juga aktif berbagi pengetahuan melalui berbagai pelatihan ekonomi kreatif terkait UMKM di kampus dan komunitas. Ia rutin menjadi fasilitator dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
Nabila mempromosikan inovasi lokal, seperti produk "Ndescafe" dari desa binaannya, sebagai bagian dari upayanya untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas. Pelatihan ini fokus pada pemberdayaan masyarakat agar mereka dapat mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang ekonomi yang ada di sekitarnya.
Pandangan Nabila tentang Pengembangan UMKM
Nabila menyadari bahwa pengembangan UMKM memerlukan perhatian dan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan pengembangan UMKM.
Baca Juga: Beginilah Teknik Wawancara Jurnalistik yang Efektif, Ahli Pers Sugiatmo: Hargai Narasumber!