Realitasonline.id - Medan | Transformasi ekonomi desa kini menjadi salah satu pilar utama dalam agenda pembangunan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menempatkan koperasi desa sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi rakyat, memperpendek rantai distribusi, sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan baru di luar kota besar.
Dalam kerangka itu, penguatan Gerai Koperasi Desa (Kopdes) mulai didorong sebagai simpul ekonomi baru di tingkat desa.
Kopdes tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi kebutuhan masyarakat, melainkan diarahkan menjadi pusat distribusi, pemasaran produk lokal, sekaligus ruang tumbuhnya kewirausahaan desa.
Kepala Satuan Tugas Wilayah Sumatera Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB Koperasi), La Ode Karsid menilai generasi muda khususnya Generasi Z memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi tersebut.
Ia mengajak anak-anak muda desa untuk menjadikan Gerai Kopdes sebagai motor ekonomi lokal sekaligus panggung bagi produk-produk kreatif desa.
Menurutnya, gerai koperasi harus berevolusi menjadi creative hub dan business hub yang memberi ruang bagi wirausaha muda desa untuk menampilkan produk terbaiknya, mulai dari hasil pertanian, olahan pangan, kriya, hingga produk ekonomi kreatif.
Baca Juga: Wali Kota Medan Soroti Percepatan Teknologi, Dorong Bapenda Alihkan Sistem Pembayaran Online
“Anak muda jangan ragu masuk ke Kopdes. Jadikan gerai koperasi sebagai etalase karya, pusat distribusi, sekaligus ruang kolaborasi ekonomi desa. Dari sini produk lokal bisa tampil profesional dan menembus pasar yang lebih luas,” ujar La Ode Karsid.
Ia menambahkan generasi muda memiliki keunggulan dalam literasi digital, penguasaan media sosial, strategi branding, hingga desain kemasan modern. Kombinasi kemampuan tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing produk desa di pasar regional maupun nasional.
Penguatan Kopdes ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Koperasi Republik Indonesia yang tengah melakukan reformasi kelembagaan koperasi agar lebih modern, profesional, dan berorientasi bisnis.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi harus kembali menjadi sokoguru perekonomian nasional, namun dengan model kelembagaan yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital dan kebutuhan pasar.
“Koperasi desa harus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran produk lokal. Dengan tata kelola yang profesional, koperasi dapat menjadi kekuatan ekonomi baru dari desa,” ujarnya dalam sejumlah kesempatan.
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi dan UKM Farida Farichah menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan koperasi desa. Menurutnya, koperasi harus membuka ruang inovasi bagi anak muda agar desa mampu melahirkan wirausaha baru yang berbasis potensi lokal.