“Anak-anak muda harus melihat koperasi sebagai ruang berkreasi dan berbisnis. Jika koperasi mampu menjadi wadah inovasi generasi muda, maka ekonomi desa akan tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” kata Farida.
Dalam ekosistem tersebut, LPDB Koperasi berperan sebagai katalis penguatan koperasi melalui skema pembiayaan dana bergulir yang produktif.
Menurut La Ode Karsid, LPDB Koperasi kini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga growth partner yang mendampingi koperasi dalam memperkuat tata kelola, manajemen risiko, pengembangan model bisnis, hingga ekspansi usaha.
Melalui pembiayaan produktif yang kompetitif, koperasi desa didorong untuk memperkuat perannya sebagai agregator produksi, offtaker UMKM desa, sekaligus inkubator wirausaha muda. Dengan demikian, koperasi tidak hanya memperluas jaringan distribusi, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.
Baca Juga: Pengisian BBM Sejumlah SPBU di Binjai Mulai Antre Panjang, Dipicu Penutupan Selat Hormuz Iran
Sinergi antara pemerintah, LPDB Koperasi, koperasi desa, dan generasi muda diyakini menjadi fondasi lahirnya ekosistem ekonomi desa yang modern dan mandiri. Perputaran ekonomi tidak lagi terpusat di kota besar, tetapi tumbuh dari desa dengan menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Bagi La Ode Karsid, transformasi Gerai Kopdes/Kopkel merupakan simbol kebangkitan ekonomi desa di era baru.
“LPDB Koperasi hadir bukan sekadar menyalurkan dana, tetapi menjadi mitra strategis pertumbuhan koperasi. Dari desa kita bangun ekonomi yang produktif, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya.(EW).