Menu lauk siap saji ini akan dipadu dengan nasi putih yang dikemas dalam kotak (box).
Jemaah haji juga akan mendapatkan buah-buahan dan air mineral seperti yang mereka dapat saat di hotel Makkah.
Baca Juga: Alamak! Fraksi Demokrat DPRD Medan Sebut Anggaran APBD Banyak Habis Hanya Untuk Bayar Gaji Pegawai
Hilman menambahkan menu masakan siap saji ini merupakan produk Indonesia. Pihak Masyariq selaku mitra Kemenag bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia dalam proses penyediaannya.
“Kita perlahan dan terus bersemangat menjalin komunikasi dengan mitra kami di Arab Saudi agar mereka mulai lebih banyak gunakan produk Indonesia," sebutnya.
"Ini masyarik bekerjasama dengan perusahaan di Indonesia untuk gunakan produk Indonesia. Kita sudah mendorong selain rasa, produknya juga dari Indonesia,” pesannya lagi.
Baca Juga: Kota Medan Rawan Begal dan Premanisme, DPRD Medan Minta Polda Sumut Gerak Cepat
Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid menambahkan selama di Armina, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan 15 kali makan.
Ada dua jenis makanan yang diberikan yaitu makanan siap saji dan makanan yang dimasak di dapur-dapur yang ada di Arafah dan Mina.
Menu makanan siap saji ini diberikan kepada jamaah pada waktu-waktu tertentu. Pertama, makan siang pada 8 Dzulhijjah.
Ini bersamaan dengan pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah.
Baca Juga: Operasi Antik Toba 2023 Bongkar Jaringan Narkoba di Kota Padangsidimpuan
“Dengan menu ini maka begitu jamaah datang sudah langsung tersedia makanan,” ujar Subhan.
Kedua, makan siang pada 9 Dzulhijjah saat puncak wukuf. Ini dimaksudkan agar jamaah haji tidak disibukkan oleh antrian mendapatkan makanan.
“Dengan makanan siap saji, maka konsumsi jamaah bisa dibagikan lebih awal sehingga jamaah bisa memanfatkan waktu wukuf untuk beribadah,” sebut Subhan.