Tak Cuma Telur dan Buncis Rebus, Ternyata Menu Nusantara Buat Jamaah Haji Indonesia Disediakan Lho di Mina

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Rabu, 21 Juni 2023 | 07:00 WIB
Aneka ragam menu khas nusantara disajikan bagi jamaah haji Indonesia saat di Mina. (Realitasonline.id/Humas)
Aneka ragam menu khas nusantara disajikan bagi jamaah haji Indonesia saat di Mina. (Realitasonline.id/Humas)

Menu lauk siap saji ini akan dipadu dengan nasi putih yang dikemas dalam kotak (box).

Jemaah haji juga akan mendapatkan buah-buahan dan air mineral seperti yang mereka dapat saat di hotel Makkah.

Baca Juga: Alamak! Fraksi Demokrat DPRD Medan Sebut Anggaran APBD Banyak Habis Hanya Untuk Bayar Gaji Pegawai

Hilman menambahkan menu masakan siap saji ini merupakan produk Indonesia. Pihak Masyariq selaku mitra Kemenag bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia dalam proses penyediaannya.

“Kita perlahan dan terus bersemangat menjalin komunikasi dengan mitra kami di Arab Saudi agar mereka mulai lebih banyak gunakan produk Indonesia," sebutnya.

"Ini masyarik bekerjasama dengan perusahaan di Indonesia untuk gunakan produk Indonesia. Kita sudah mendorong selain rasa, produknya juga dari Indonesia,” pesannya lagi.

Baca Juga: Kota Medan Rawan Begal dan Premanisme, DPRD Medan Minta Polda Sumut Gerak Cepat

Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid menambahkan selama di Armina, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan 15 kali makan.

Ada dua jenis makanan yang diberikan yaitu makanan siap saji dan makanan yang dimasak di dapur-dapur yang ada di Arafah dan Mina.

Menu makanan siap saji ini diberikan kepada jamaah pada waktu-waktu tertentu. Pertama, makan siang pada 8 Dzulhijjah.

Ini bersamaan dengan pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah.

Baca Juga: Operasi Antik Toba 2023 Bongkar Jaringan Narkoba di Kota Padangsidimpuan

“Dengan menu ini maka begitu jamaah datang sudah langsung tersedia makanan,” ujar Subhan.

Kedua, makan siang pada 9 Dzulhijjah saat puncak wukuf. Ini dimaksudkan agar jamaah haji tidak disibukkan oleh antrian mendapatkan makanan.

“Dengan makanan siap saji, maka konsumsi jamaah bisa dibagikan lebih awal sehingga jamaah bisa memanfatkan waktu wukuf untuk beribadah,” sebut Subhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X