Di dalam kantor tersebut, terdapat 20 karyawan, dengan hanya tiga di antaranya bekerja di bagian IT.
Pak Andre bertugas sebagai supervisor, Mbak Umi bekerja di bagian database, dan Mas Bambang di bagian IT support.
Meskipun sudah memiliki tugas masing-masing sebagai mahasiswa yang PKL di tempat tersebut, mereka seringkali diminta untuk melakukan pekerjaan di luar job desk mereka.
Contohnya, jika ada mesin fotokopi rusak, mereka diminta untuk memperbaikinya.
Meskipun terkadang terasa tidak sesuai dengan pekerjaan utama mereka, mereka tetap melakukannya dengan baik.
Soni dan teman-temannya mulai mempelajari sistem yang ada di perusahaan tersebut, dengan harapan bahwa mereka dapat membantu jika dibutuhkan.
Mereka sadar tuh, bahwa di luar sana masih banyak orang yang menganggur.
Sehingga mereka merasa bersyukur bisa mendapatkan tempat di sana dan punya kesempatan untuk belajar di tempat tersebut.
Suasana pagi di kantor terasa amat sunyi, terutama karena kantornya berada di area yang jarang dilalui orang.
Soni, sambil mendengarkan arahan dari supervisor, memperhatikan sekeliling dengan cermat.
Tiba-tiba, seorang wanita terlihat berlari-lari ke arah kantor, tampaknya dalam keadaan tidak sehat.
"Dia kenapa tuh?" gumam Soni, melongok dari jendela.
Wanita itu terlihat muntah-muntah, dan tidak lama kemudian, seseorang mengikutinya dari belakang.
Soni yang penasaran pun mencoba menangkap suara obrolan mereka, di mana supervisor menyampaikan bahwa di kantor itu tidak ada sistem lembur.
"Jangan sampai pulang lewat jam 5 sore, apalagi sampai maghrib. Kalian tahu sendiri, di sini tidak ada sistem lembur," ujar supervisor dengan tegas.