Menurut informasi dari mantan anggota DPRD Sergai periode 2014-2019 Alexander Saputra mengatakan harga pupuk NPK Mutiara sekarang sudah mencapai Rp 700 ribu - Rp 1 juta/50 kg (non subsidi).
Baca Juga: Mobil Terbaru! EV5 Miliki Body Luar Biasa yang Aduhai, SUV Mitsubishi Aja Kalah Pesona
Disampaikan Alexander Saputra masalah ini dapat diatasi pemerintah dengan mengambil langkah berupa operasi pasar, itu langkah satu-satunya. Tapi tidak bisa sehari dua hari, mesti rutin operasi pasarnya.
Lanjut Alexander Saputra karena kilang-kilang padi besar tidak akan mau menurunkan harga beras. Alasannya, jika harga beras turun dan diperhitungkan mereka rugi. Tapi, kalau dipaksa pemerintah dengan operasi pasar tersebut, ya mau tidak mau harga beras akan turun.
Alex Sander Saputra menegaskan jika tidak cepat diatasi, kasihan petani sekarang. Mereka itu terjepit, artinya pemerintah harus bisa menstabilkan harga pupuk dan racun agar bisa menekan kembali harga beras menjadi stabil.
Baca Juga: UPT Puskesmas Belawan Berinovasi Buat Sistem Layanan Terintegrasi
Sementara itu, Edi seorang pedagang Rumah Makan Putri Minang di Sei Rampah mengaku keuntungannya mengalami penurunan semenjak harga beras naik.
Menurut Edi setiap harinya sekitar 15 Kg beras yang di butuhkan. "Sekarang harga beras mahal. Harga 1 Goni beras dengan berat 10 Kg, Rp 135 ribu ku beli," kata Edi.
Edi saat diwawancarai Senin sore hari (9/10/2023), sangat berharap sekali kepada pemerintah daerah agar bisa menurunkan harga beras. (ML)