Lepas Pawai Ta'aruf, Wali Kota Pematangsiantar Apresiasi MTQN Ke-56 Tahun 2024: Kesiapan Amat Baik

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Selasa, 14 Mei 2024 | 10:25 WIB
Wali Kota dr Susanti Dewayani bersama Forkopimda buka MTQN Ke-56 Tahun 2024 (Realitasonline.id/ RH)
Wali Kota dr Susanti Dewayani bersama Forkopimda buka MTQN Ke-56 Tahun 2024 (Realitasonline.id/ RH)

Realitasonline.id - Pematangsiantar | Wali Kota dr Susanti Dewayani Sp.A melepas Pawai Ta'aruf Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional (MTQN) Tingkat Kota Pematangsiantar ke-56 Tahun 2024, Senin (13/5/2024)

"Dengan memohon ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, maka Pawai Ta'aruf dalam rangka Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional Tingkat Kota Pematangsiantar, saya nyatakan dilepas" ujarnya dari depan Balai Kota, Jalan Merdeka Siantar.

Pelepasan peserta pawai diawali laporan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdako Pematangsiantar HM Lahiry Amri Goniyu Hasibuan SSTP MSi, dengan peserta dari barisan Marching Band Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pematangsiantar, Kontingen Kecamatan, Badan Kontrak Majelis Taklim (BKMT), PD Pasar Horas Jaya (PHJ), dan Marching Band Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pematangsiantar.

 

Baca Juga: Kloter 1 Asahan Terbang ke Tanah Suci, Nikson Nababan Ingatkan Calhaj Jaga Kondisi Fisik Selama Beribadah

 

Dengan rute Jalan Merdeka-Jalan Bandung-Jalan Sutomo-Jalan Sudirman dan finish di lapangan H Adam Malik pusat pelaksanaan MTQN.

Usai pawai, dr Susanti secara resmi membuka MTQN yang turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua MUI Drs HM Ali Lubis, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar Muqorobin, Plt Kakan Kemenag dna undangan lainnya.

 

Baca Juga: Kabar Haji: Kloter Pertama 7206 Jemaah Calhaj Asahan Selamat Tiba di Tanah Suci Madinah

Alquran harus dijadikan inspirasi dalam membangun nilai-nilai kerukunan, toleransi dan keharmonisan sekaligus solusi dari berbagai persoalan aktual umat dan bangsa.

"Saya harapkan generasi muda yang terlibat dalam kegiatan ini akan semakin memiliki pemahaman yang benar tentang isi dan kandungan Alquran," tuturnya.

"Kepada generasi muda Islam harus ditanamkan pemahaman yang benar tentang bagaimana Islam memandang keragaman dalam masyarakat, menekankan tujuan penciptaan manusia yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dan saling menghormati satu sama lain," terang dr Susanti.

Satu program pembangunan bidang agama kata Susanti, adalah peningkatan pemahaman dan pengembangan nilai keagamaan di masyarakat dan di antaranya melalui kegiatan MTQ.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X