Realitasonline.id - Deli Serdang | Siswa SD Negeri 106788 Purwodadi Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang merasa takut karena sekolahnya bersebelahan dengan kuburan. SDN tersebut tampak bersebelahan dengan tempat pemakaman umum muslim tanpa adanya batas atau pagar.
Setiap ada jenazah yang hendak dikuburkan di tanah wakaf tersebut terpaksa lewat melalui halaman sekolah mereka. Kepala Desa (Kades) Purwodadi Kecamatan Sunggal, Sugiatno membenarkan hal itu, ia pun tak menampik tentunya para siswa merasa terganggu.
"Proses belajar mengajar sangat terganggu. Sebab setiap hendak menguburkan jenazah harus melewati halaman sekolah. Apalagi kegiatan tersebut terjadi pada saat jam pelajaran dan membuat siswa merasa takut," jelasnya, Kamis (16/5/24).
Sementara, ujar Sugiatno, warga setempat juga mengeluh karena tidak adanya akses jalan menuju perkuburan umum tersebut selain dari halaman sekolah.
Disebutkannya, Kepala Sekolah SDN 106788 juga pernah menemui dirinya dan mengajukan permohonan kepadanya untuk membangun pagar sekolah agar ada tembok pembatas antara sekolah dengan tanah wakaf.
Keluhan yang disampaikan kepala sekolah itu pun disambut baik oleh Sugiatno sebagai kepala desa.
Namun, permintaan tersebut tidak bisa terealisasikan begitu saja. Karena untuk membangun pagar tembok pembatas tidak bisa menggunakan dana desa.
Hal tersebut diketahui Sugiatno setelah dirinya berkordinasi dengan Pemkab Kabupaten Deli Serdang.