Perum Bulog Berganti Logo, Menjawab Tantangan Perubahan Fungsi dan Stabilisasi Pangan yang Relevan dengan Perkembangan Zaman

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Sabtu, 8 Juni 2024 | 15:20 WIB
Peran Perum BULOG dalam ketersediaan pangan. (Realitasonline/Dok)
Peran Perum BULOG dalam ketersediaan pangan. (Realitasonline/Dok)

Realitasonline.id | MEDAN - Industri pangan hadapi tantangan di era modern digital. Tak terkecuali Perum Bulog yang memilliki perubahan fungsi.

Dari pengatur keijakan dan operator distribusi pangan pemerintah pada masa sebelum reformasi, kini menjalankan tugasnya hanya sebagai operator pelaksana kebijakan distribusi pangan yang diregulasi pemerintah.

Pergeseran fungsi ini mengalami tantangan tersendiri di era yang menuntut banyak percepatan dalam prosesnya.

Baca Juga: Kebutuhan Meningkat, PGN Alirkan Pasokan Gas Bumi ke Jawa Tengah

Apakah stabilisasi pangan diperlukan bagi negara sebesar Indonesia ? Tantangan yang dihadapi semakin besar dan nyata, yaitu tantangan krisis iklim, ketidakpastian geopolitik global, juga tantangan rantai pasok yang tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan di dunia.

Tantangan ini yang harus dijawab Bersama. Demikian dikatakan Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Perum BULOG, Sabtu (9/6/2024).

Bayu menambahkan stabilitas pangan harus diperjuangkan bersama. Sehingga masyarakat dapat mencapai kondisi ekonomi sesuai tujuan bersama termasuk di antaranya terhindar dari ekonomi middle income trap melalui solusi yang ditawarkan, termasuk juga penguatan peran Perum BULOG, diversifikasi sumber pangan, dan pemanfaatan teknologi.

Tantangan kondisi stabilitas pangan di Indonesia yang masih belum ideal termasuk harga pangan yang masih fluktuatif, serta ketergantungan pada impor bahan pangan, menyisakan banyak pekerjaan rumah dalam hal stabilitas pangan.

Baca Juga: Pertama dalam Sejarah, 73 Maktab dan PPIH Gelar Koordinasi Jelang Puncak Haji

Belum lagi dihadapkan dengan produksi beras yang semakin turun karena lahan sawah semakin sedikit dan tingginya harga faktor produksi, seperti pupuk.

Dibutuhkan kerjasama semua stakeholder baik dari sisi produksi, distribusi dan konsumsi, agar ketahanan dan stabilitas pangan dapat tercapai.

Memang di Indonesia, stabilisasi kebutuhan pokok termasuk beras sebagai pangan sangatlah penting. Karena setiap orang pasti membutuhkan makan.

Terutama ketersediaannya dengan harga yang terjangkau bagi konsumen dan juga menguntungkan petani. Mengurus pangan itu tidak mudah.

Inilah alasan negara perlu hadir lewat Perum BULOG, ujar Jusuf Kalla, mantan wakil presiden RI yang juga pernah menjabat menjadi Kepala BULOG menimpali.

Relevansi peran Perum BULOG ini mendapat perhatian khusus pada perjalanan 57 tahun Perum BULOG. Apalagi salah satu peran Perum BULOG yang paling dikenal masyarakat adalah mendukung berbagai upaya strategis pemerintah untuk mengamankan penyediaan pangan dan stabilisasi harga pangan sebagai operator pelaksana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X