Korban Tragedi Kereta Api Tabrak Rush di Lubuk Pakam, Dibawa ke Dolok Sanggul

photo author
Mery Ismail, Realitas Online
- Senin, 22 Juli 2024 | 23:30 WIB
Putri bungsu Ramces Manulang menangis di depan peti mati bapak dan kelima saudaranya di rumah duka (Realitasonline.id/zul)
Putri bungsu Ramces Manulang menangis di depan peti mati bapak dan kelima saudaranya di rumah duka (Realitasonline.id/zul)

Realitasonline.id - Lubuk Pakam | Jenasah Ramces Manulang (52) bersama 5 anaknya korban tertabrak kereta api Sri Bilah, di perlintasan kereta api tanpa pintu neng nong Dusun I Desa Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang, Minggu (21/7/24) akan dikebumikan di Huta Gur Gur Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Hal ini dikatakan sejumlah warga yang melayat di rumah duka Ramces Manulang di Dusun Srimulya B Desa Sumberejo Kecamatan Pagar Marbau Kabupaten Deli Serdang, Senin (22/7/24).

"Rencananya para korban yang meninggal ini akan dikubur di Huta Gur Gur, Dolok Sanggul. Selasa (22/7/24) sekitar jam 2 dini hari, akan diberangkatkan ke Dolok Sanggul," kata salah seorang perempuan yang mengaku kerabat korban.

Baca Juga: Anak Wartawan Korban Tabrakan Beruntun Truk Colt Diesel, Alami luka-luka di Tubuh dan Kepala

Pantauan wartawan di rumah duka, anak bungsu Ramces Manulang, Setia Br Manulang terus menangis dan meratapi kepergian bapak, kakak dan abang-abangnya.

Perempuan pelajar kelas IX SMP itu duduk di depan peti mati bapaknya yang bersebelahan dengan 5 peti mati lainnya. "Sama siapa lah aku nanti Pa,"tangis Setia berulang kali.

Di sebelah Setia, duduk seorang perempuan berbaju kuning mengelus-ngelus tubuh remaja bertubuh agak gemukan tersebut.

Baca Juga: Menyusul Insiden tabrakan KA di Lubum Pakam, DPRD SU Desak PT KAI Tinjau Pengaturan Palang Pintu Kereta Api

Sementara Kanit Gakkum Satlantas Polresta Deli Serdang, Iptu R Gultom saat dikonfirmasi mengaku, belum mendapat info kapan dan dimana para korban dikubur.

Diberitakan, saat kejadian Ramces bersama istri Herawati Manurung (51) dan kelima anaknya berencana akan jalan-jalan ke Medan.

Namun setiba di lintasan kereta api tanpa pintu neng nong yang berjarak 200 meter dari rumah mereka, mobil Toyota Rush hitam BK 1496 MAA yang dikemudikan Ramces Manulang ditabrak kereta api Sri Bilah yang datang dari Rantau Prapat menuju Medan.

Baca Juga: Tabrakan di Jalan Tol Tanjung Morawa, Korban Warga Siantar Tewas

Diduga Ramces tidak mendengar suara klakson kereta api dengan masinis bernama Nurdin tersebut. Mobil pun terpental sejauh 30 meter dan masuk ke persawahan yang baru ditanami padi.

Ramces bersama kelima anaknya tewas di lokasi kejadian. Sementara Herawati Manurung, istri Ramces yang duduk bersebelahan dengan suaminya di depan mobil dalam kondisi kritis. Sempat dibawa ke RS Sari Mutiara Lubuk Pakam dan kemudian dirujuk ke RS Adam Malik Medan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mery Ismail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X