Marak Terjadi Penggelapan CPO, Direktur PTPN IV Diminta Segera Copot GM Rayon Selatan Inisial HU

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Rabu, 15 Januari 2025 | 16:11 WIB
Truk angkut penggelapan minyak Crude Palm Oil(CPO) saat menuju lokasi. (realitasonline.id/MA)
Truk angkut penggelapan minyak Crude Palm Oil(CPO) saat menuju lokasi. (realitasonline.id/MA)

Realitasonline.id - Langkat | Direktur PTPN IV Jatmiko Santosa diminta untuk segera mencopot jabatan Heri Umar selaku GM Rayon Selatan terkait maraknya kasus penggelapan CPO di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kwala Sawit PTPN IV Regional 2 Kebun Sawit Seberang.

Heri Umar sendiri sebelumnya adalah GM (General Manager) Rayon Utara di perusahaan tersebut.

Terungkapnya kasus penggelapan CPO setelah adanya seorang sopir tangki berinisial RMH (25 tahun) yang bekerja di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kwala Sawit PTPN IV Regional 2 Kebun Sawit Seberang menjalani pemeriksaan dalam dugaan kasus penggelapan Crude Palm Oil (CPO) milik perusahaan tersebut.

Baca Juga: 22-23 Januari 2025 Journalism 360 Promedia di Kota Medan Siap Digelar: Peluang Emas bagi Mahasiswa hingga Pengusaha Media

Hal itu pun dibenarkan oleh Papam Distrik Rayon Utara, Mayor CAJ Hadi Utomo.

Dijelaskan Hadi pemeriksaan terhadap terduga pelaku berkaitan atas perintah GM
Distrik Rayon Utara PTPN-IV Regional 2.

Terduga pelaku diperiksa untuk dimintai keterangan sehubungan dengan terjadinya penggelapan CPO di PKS Kwala Sawit dengan berat lebih kurang 100 kg per trip, pada tanggal 23 Agustus 2024.

Saat diintograsi, terduga pelaku mengaku telah melakukan penggelapan CPO di PKS Kwala Sawit.

Dalam aksinya, beliau telah melajukan penggelapan CPO dari PKS Kwala Sawit kurang lebih 20 kali.

"Dalam setiap trip saya menggelapkan CPO sebanyak 100 kg," kata terduga pelaku.

Baca Juga: Dukung Asta Cita Presiden Prabowo Lapas Narkotika Pematangsiantar Gelar Baksos Bagikan 750 Paket Sembako ke Masyarakat

Kepada siapa dan dimanakah CPO yang digelapkan itu dijual, terduga pelaku mengaku menjualnya kepada seseorang bernama Iyan di daerah Sumur Boor.

Untuk setiap tripnya, terduga pelaku mendapat imbalan sebesar Rp.500.000.

Dalam kasus penggelapan ini, terduga pelaku mengaku dibantu Bambang yang berperan sebagai pengisi CPO ke mobil tangki.

Selain itu terdapat beberapa nama petugas lain yang turut membantunya yakni Saragih selaku BKO, Wagiran, Rizki dan Andre selaku Sekuriti PKS Kwala Sawit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X