Realitasonline.id - Tarutung | Pasokan air minum kepada pelanggan di Tarutung Taput sekitarnya, sering terkendala bahkan boleh disebut krisis berkepanjangan. Mengatasi ini, Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) melalui BWSS II, membangun sarana prasarana kebutuhan air minum di Taput tahun 2023 .
Namun oleh berbagai kerusakan atau kebocoran di pipa transmisi pasokan air tidak bisa mengisi reservoar di Tangsi Tarutung yang diharapkan mensuplay air minum kepada pelanggan di wilayah Tarutung sekitar.
Mengingat air minum menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat, Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat bertemu dengan Kepala Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II (BBWS II) di Medan.
Baca Juga: Optimalkan Layanan Air Minum, Bupati Taput Minta BWSS Percepat Perbaikan Pipa Mual Natio
Kunjungan resmi ke BBWS II ,Senin (10/3/2025), Bupati Taput JTP Hutabarat didampingi Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Budiman Gultom, Direktur Perumda Manual Natio Taput Lamtagon Manalu, diterima langsung Kepala BBWS II Agus Safari bersama Kasubbag TU, Swandy, Kabid Perencanaan Robby serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ramadhan.
Bupati Taput JTP Hutabarat menyoroti krisis air bersih yang berkepanjangan di Kota Tarutung dan sekitarnya akibat kerusakan pipa transmisi yang dibangun oleh BBWS II seraya meminta segera mempercepat perbaikan pipa transmisi yang mengalami kebocoran.
Kerusakan tersebut menyebabkan aliran air tidak dapat mengisi reservoar di Tangsi, sehingga pendistribusian air ke masyarakat terhambat dan memperparah krisis air di wilayah tersebut,pungkas JTP.
Baca Juga: Akses 100 Persen Air Minum dan Sanitasi Layak Jadi Target Menteri PU di Tahun 2030
Bupati Taput JTP Hutabarat menekankan perlunya pemindahan intake (saluran pengambilan air) karena area tersebut terdampak genangan akibat bendung Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) disekitar.
"Jika tidak segera dipindahkan, dikhawatirkan kerusakan akan terus berulang akibat banjir dan longsor di sepanjang jalur pipa transmisi yang membentang sekitar 1.200 meter" tegas JTP.
“Kami mendesak agar BBWS II segera menangani permasalahan ini dengan cepat, karena krisis air yang berkepanjangan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Tarutung dan sekitarnya,” ujar Bupati JTP.
Baca Juga: Solusi Air Minum Jakarta, SPAM Jatiluhur I Siap Beroperasi Akhir 2024
Kepala BBWS II, Agus Safari, memastikan bahwa pihaknya telah berupaya mempercepat proses perbaikan kebocoran pipa. Ia juga menyampaikan bahwa rencana pemindahan intake dan pipa transmisi akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Kami segera berkoordinasi dengan Dirjen SDA untuk mengusulkan tambahan anggaran agar pemindahan pipa dan intake dapat segera direalisasikan,” jelas Agus Safari.