Pemerintah, lanjut Amril, terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program, termasuk revitalisasi pembelajaran, transformasi digital, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.
“Guru diharapkan tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga mentor, konselor, bahkan orang tua kedua bagi para murid. Mereka adalah agen pembelajaran dan agen peradaban,” imbuhnya.
Amril juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya ditopang oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan partisipasi semesta—melibatkan orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa.
Sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melaksanakan langkah konkret membenahi layanan pendidikan, baik dari sisi tata kelola, kurikulum, maupun pendekatan pembelajaran. Salah satunya adalah penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), tes kemampuan akademik, pengenalan pembelajaran koding, serta kecerdasan artifisial sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Dengan semangat Hardiknas ini, Bupati Langkat Syah Afandin melalui Sekda Amril, menegaskan komitmen Pemkab Langkat untuk terus mendukung transformasi pendidikan demi terwujudnya generasi cerdas, unggul, dan berdaya saing di masa depan.(AA)