Menurutnya, video viral yang melibatkan warganya dengan pelayanan Puskesmas, terlalu di besar-besarkan, yang kenyataannya tidak benar ada dugaan penalantaran pasien.
" Kami memahami kekhawatiran keluarga pasien. Namun perlu ditegaskan, tidak ada penolakan pelayanan dari pihak Puskesmas. Justru staf Puskesmas terus memantau kondisi pasien dan memberikan saran agar segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, ” ujarnya.
Ia berharap mediasi ini dapat menjadi sarana penyelesaian yang baik dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
" Saya juga mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial, ” tegasnya. (RI)