Realitasonline.id - Tapanuli Selatan | Pembangunan 227 Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir besar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batangtoru resmi dimulai, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sumatera Utara dengan CV Reynand Utama, Penyedia Jasa Konstruksi, di Batangtoru, Senin (5/1/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan Bupati Tapsel H. Gus Irawsn Pasaribu dan menjadi tonggak awal dimulainya proses pembangunan ratusan unit rumah yang diperuntukkan bagi warga terdampak banjir.
Sebelumnya, tahapan peletakan batu pertama telah lebih dulu dilakukan sebagai simbol dimulainya pembangunan huntap bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Baca Juga: 61 Personel Polres Labuhanbatu Naik Pangkat, Berikut Daftarnya
Sebanyak 227 unit huntap tersebut akan dibangun di Dusun Taman Sari, Desa Hapeson Baru, Kecamatan Batangtoru, di atas lahan seluas kurang lebih lima hektare milik PTPN IV Regional I, Kebun Hapesong Afdeling II.
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu mengatakan, Pembangunan Huntap direncanakan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak di lapangan.
Kesiapan kontraktor serta komitmen percepatan pembangunan menjadi faktor pendukung optimisme penyelesaian proyek lebih cepat dari target awal.
“ Mudah-mudahan cuaca mendukung. Teman-teman optimis bisa menyelesaikan dalam waktu dua bulan. Kita tidak ingin terpaku pada waktu empat bulan, karena yang terpenting warga bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak, ” ujar Gus Irawa usai menyaksikan penandatanganan MoU.
Disebutkannya, dengan target penyelesaian sebelum Hari Raya Idulfitri, pembangunan Huntap ini diharapkan dapat segera memberikan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir di wilayah Batangtoru.
“ Kami ingin warga korban banjir Batangtoru segera memiliki tempat tinggal yang layak. Karena itu, pembangunan 227 Huntap ini kami dorong agar selesai lebih cepat. Tidak semata mengejar waktu, yang terpenting masyarakat bisa kembali hidup dengan tenang dan bermartabat, " terangnya.
Baca Juga: Bener Meriah Tetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Pascabencana
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sumatera Utara Mujianto menyatakan, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemulihan pasca bencana bagi masyarakat Batangtoru melalui pembangunan 227 Huntap bagi warga tetdampak banjir.
" Kami hadir untuk mendampingi masyarakat yang terdampak banjir Batangtoru agar dapat bangkit kembali. Hunian tetap ini diharapkan menjadi awal kehidupan baru yang lebih baik bagi para keluarga korban bencana, ” ujar Mujianto.
Ia juga menyatakan, pembangunan Huntap ini adalah hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, PTPN IV dan berbagai pihak di lapangan. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia akan terus berupaya mendukung percepatan pembangunan agar hunian dapat segera ditempati oleh warga.