Persatuan dan semangat kekeluargaan dinilai harus tetap menjadi fondasi utama IKAPADA sebagai wadah kebersamaan alumni pelajar Padangsidimpuan.
Para alumni kini menantikan adu visi, gagasan, serta program kerja dari kedua kandidat yang diyakini akan menentukan arah dan peran strategis IKAPADA ke depan, baik bagi para anggotanya maupun bagi pembangunan Kota Padangsidimpuan.
Melihat kedua figur yang akan mempetebutkan kursi Ketua Umum.IKAPADA, Rusydi Nasution, Pembina IKAPADA, menegaskan, Munas IKAPADA harus dimaknai sebagai momentum strategis bagi penguatan organisasi alumni, khususnya dalam mengonsolidasikan para alumni yang berada di perantauan.
Menurut Rusydi, Munas IKAPADA tidak sekadar agenda memilih ketua umum, tetapi juga sarana untuk meneguhkan kembali peran utama organisasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas bagi daerah asal.
“ Munas IKAPADA dapat menjadi momentum konsolidasi para alumni perantau dan meneguhkan kembali peran IKAPADA dalam membangun SDM yang berkualitas. Selama ini IKAPADA telah membangun solidaritas sesama alumni di perantauan serta bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di daerah, ” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan ini, Jumat (9/1/2025).
Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini juga mengingatkan, IKAPADA terbentuk telah melalui proses panjang dalam penguatan kelembagaan.
Pada masa kepemimpinannya, organisasi tersebut berhasil mengantarkan IKAPADA menjadi organisasi berbadan hukum serta mendorong pertumbuhan organisasi dengan melibatkan seluruh alumni lintas sekolah.
“ Periode 2014–2019 menjadi fase penting bagi IKAPADA, di mana organisasi ini berkembang dan melibatkan seluruh alumni sekolah sebagai kekuatan bersama, ” pungkasnya.
Terkait pemilihan Ketua Umum, Rusydi yang merupakan mantan Ketua IKAPADA dua periode (2014–2019) berharap Munas mampu melahirkan sosok pemimpin yang memiliki kepedulian kuat terhadap dunia pendidikan serta jaringan yang luas.