Tapsel Kejar Pembangunan Huntara, Bantu 1.400 Warga Terdampak Bencana

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Selasa, 13 Januari 2026 | 15:02 WIB
Keterangan gambar : Rakor Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu saat menghadiri Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca bencana yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (12/1/2026). (Foto : Realitasonline / Ist)
Keterangan gambar : Rakor Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu saat menghadiri Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca bencana yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (12/1/2026). (Foto : Realitasonline / Ist)

Realitasonline.id - Tapanuli Selatan | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) terus mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) serta pendataan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi lebih dari 1.400 warga yang terdampak bencana. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi jumlah warga yang masih berada di pengungsian.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca bencana yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (12/1/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumut Surya, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota daerah terdampak bencana, serta OPD terkait.

Baca Juga: Soal Girik, ATR/BPN Minta Masyarakat Tak Resah

Dalam forum itu, Gus Irawan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana di Tapsel.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan bagi warga dengan kategori rumah rusak sedang agar tetap memperoleh bantuan pemerintah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, Kabupaten Tapsel mengajukan pembangunan Huntara sebanyak 802 unit.

Selain Tapsel, dua daerah lain di Sumatera Utara yang mengajukan Huntara yakni Kabupaten Tapanuli Utara 40 unit dan Tapanuli Tengah 209 unit.

Sementara itu, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Sumatera Utara direncanakan sebanyak 5.951 unit dan saat ini telah terealisasi sekitar 20 persen.

Baca Juga: ‎Wabup Taput Sampaikan Masukan Strategis Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi ke Pemerintah Pusat

Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026 agar masyarakat tidak lagi tinggal di pengungsian saat memasuki bulan Ramadan.

“ Targetnya akhir Januari atau sebelum bulan puasa masyarakat sudah masuk ke huntara dan sebagian ke huntap, ” ujar Suharyanto.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, terdapat lima daerah di Sumatera Utara yang masih membutuhkan perhatian serius dalam pemulihan pasca bencana, yaitu Tapteng, Tapsel, Kota Sibolga, Taput dan Kabupaten Humbang Hasundutan.

" Seluruh pembangunan hunian akan dilakukan di atas lahan milik pemerintah " ujar Mendagri. (RI)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X