“Mari kita jadikan panen raya ini sebagai penguat optimisme dan semangat bersama, bahwa dengan kebijakan yang tepat, infrastruktur yang kuat, dan keberpihakan yang jelas kepada petani, Sumatera Utara mampu berdiri tegak sebagai provinsi yang tangguh dalam ketahanan pangan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan panen raya tersebut merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Karo terhadap program swasembada pangan Presiden Republik Indonesia, yang menempatkan pangan sebagai urusan strategis menyangkut kedaulatan bangsa, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
“Oleh karena itu, melalui momentum ini, kami ingin menyampaikan bahwa Kabupaten Karo siap menjadi bagian penting dari gerakan besar nasional, meningkatkan produksi, memperluas tanam, memperkuat irigasi, mendorong modernisasi pertanian, serta menjaga keberlanjutan produksi pangan,” sebutnya.
Ia juga menjelaskan, wilayah Paya Lah Lah merupakan lahan rawa yang berada di Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng, serta telah lama menjadi salah satu sentra pangan strategis Kabupaten Karo.
Baca Juga: Ciptakan Situasi Kantibmas, Polres Labuhanbatu dan Kejaksaan Bersinergi
Luas daerah irigasi rawa Paya Lah Lah tercatat sekitar 3.300 hektare. Pada tahun 2025, lahan yang difokuskan seluas 1.500 hektare yang mencakup tujuh desa, yakni Batu Rongkam, Buluh Pancur, Rambah Tampu, Lau Solu, Lau Mulgap, Tanjung Pamah, dan Mbal-mbal Petarum. Dengan produktivitas padi sawah sekitar 6,66 ton per hektare, produksi padi sawah di kawasan Paya Lah Lah diperkirakan mencapai sekitar 43.956 ton dalam dua musim tanam.
“Ketika pemerintah hadir, program pusat dan daerah bersinergi, dan petani bekerja dengan semangat, maka hasilnya adalah panen, kesejahteraan, dan ketahanan pangan,” pungkasnya.