Tapsel - Realitasonline.id | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Abdul Basith Dalimunthe turut mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Parade, Komplek Perkantoran Pemerintah Tapanuli Selatan di Sipirok, Kamis (1/6/2023).
Pada upacara tersebut, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Komandan Distrik Militer (Dandim) 0212/Tapsel Letkol Inf Amrizal Nasution dan dihadiri Forkopimda Tapsel, Pj Sekdakab Tapsel Parlindungan Harahap, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD Kepala Bagian, Ketua DWP Tapsel, pengurus TP PKK Tapsel, serta para peserta upacara yang terdiri dari TNI, Polri, ASN, OKP dan pelajar se Tapsel.
Baca Juga: Deputi Gubernur BI Naik Becak Siantar Usai Pengukuhan Muqorobin
Usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Dandim 0212/Tapsel Letkol Inf Amrizal Nasution mengatakan, menjaga keutuhan dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tanggungjawab kita bersama.
" Untuk memaknai Pancasila, berbagai cara dapat dilakukan, salah satunya dengan mempelajari nilai yang terkandung dalam sila Pancasila, kemudian menerapkan nilai Pancasila, menyikapi permasalahan dengan bijaksana serta bangga akan budaya dan adat istiadat, " sebut Dandim.
Baca Juga: Samsat Roadshow Sosialisasi Pemutihan PKB ke OPD-OPD di Humbahas
Disamping itu, dengan adanya Pancasila permasalahan seperti konflik sosial, perang saudara dan perbedaan pendapat lainnya dapat dihindari dan dengan adanya Pancasila dapat menjadikan keberagaman serta pandangan yang berbeda menjadi satu tujuan untuk kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.
" Dengan dilakukannya upacara ini, juga diharapkan dapat meneguhkan komitmen kita agar lebih memahami, mendalami, menghayati serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, " katanya.
Baca Juga: Alhamdulillah..203 Jemaah Calhaj Simalungun Dapat Ini Dari Bupati
Dandim menambahkan, mengingat maraknya berita hoax yang bertebaran pada media sosial, ia mengingatkan kepada seluruh peserta upacara agar kiranya tidak mudah terpengaruh pada berita bohong tersebut, karena berita hoax bisa saja menjadikan perpecahan antara masyarakat.
" Maka dari itu, kita jangan terlalu cepat termakan oleh isu. Periksa dahulu apa pun itu sebelum dibagikan kepada orang lain, sehingga perdamaian, persatuan, toleransi serta juga persaudaraan dan cinta tanah air menjadi hal paling penting dalam menjaga keutuhan serta kemajuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia, " ujarnya.(RI)