Namun, Rojali tidak menyebutkan secara rinci darimana asal uang untuk mendahulukan kegitan itu. Kabid Disnakerin Agung Priono menyampaikan, anggaran program pelatihan babarshop itu Rp. 93 juta, terdiri dari biaya makan dan minum serta uang saku peserta selama 24 hari.
"Dananya ± Rp. 93 juta untuk biaya makan, minum dan uang saku selama pelatihan, setelah peserta mendapat sertifikat selanjutnya akan diberi bantuan perlengkapannya," kata Agung.
Lanjutnya, peserta yang mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di balai besar pelatihan vokasi dan produktivitas di kota Medan itu sebanyak 16 orang, semuanya merupakan warga Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Agung terlihat kesulitan menjelaskan soal anggaran tersebut, dirinya berulang kali mengatakan bahwa anggaran kegiatan itu sudah ditayangkan.
Namun dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Labura tidak satu pun memperlihatkan judul dari kegiatan tersebut. (YS)