Namun, menurutnya, hasil dari pemilihan sendiri adalah dari apa yang diperbuat masing-masing Paslon selama masa kampanye. Yaitu, bagaimana upaya para Paslon melakukan pendekatan kepada masyarkat. Kemudian, bagaimana sosialisasi para Paslon kepada masyarakat dan juga, bagaimana mereka para Paslon meyakinkan masyarakat untuk memilih mereka.
" KPU Padangsidimpuan itu sifatnya hanya penyelenggara teknis saja. KPU hanya bisa memfasilitasi pelaksanaan Pilkada dari awal sampai akhir dan pada 27 November 2024 mendatang adalah puncak penentuan dari masyarakat Kota Padangsidimpuan untuk menentukan pemimpinnya 5 tahun ke depan, " terangnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Padangsidimpuan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat serta Sumber Daya Manusia, Parlagutan Harahap, berharap, dari berbagai sosialisasi yang telah dilakukan, angka partisipasi pemilih dalam pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota bisa mencapai di atas 80 persen.
Ia mengaku, kalau target secara Nasional untuk pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota itu, tidak ada. Sebab, pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota itu sifatnya kedaerahan. Yang ada target secara Nasional itu pada Pemilu Februari 2024 lalu yaitu sebesar 79,5 persen. Sementara, Pemilu Februari 2024 lalu partisipasi pemilihnya mencapai 78,04 persen.
Baca Juga: Sosialisasi dan Implementasi Peraturan Bawaslu Prioritaskan Pencegahan
Parlagutan melanjut, KPU Padangsidimpuan telah mengalokasikan anggaran untuk menggelar sosialisasi pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota Padangsidimpuan ke dalam 10 segmen dari berbagai elemen masyarakat.
Namun demikian, kata Parlagutan, dengan segala keterbatasan di KPU, pihaknya tak akan bisa bekerja sendiri. KPU Padangsidimpuan juga butuh bantuan elemen masyarakat dari 10 segmen sasaran sosialisasi untuk meneruskan ajakan untuk meningkatkan partisipasi pemilih di pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota Padangsidimpuan.
Parlagutan mengakui bahwa, sejauh ini, tingkat partisipasi pemilih warga Lansia atau jompo sangat rendah, karena keterbatasan fisik mereka. Petugas KPPS, menurut Parlagutan, juga memiliki keterbatasan dalam mengunjungi para Lansia dan Jompo untuk memilih, mengingat waktu pencoblosan yang terbatas.
Baca Juga: Sosialisasi Bela Negara, TMMD Edukasi Masyarakat Tanamkan Sikap Kebangsaan
Sedangkan Kajari Padangsidimpuan, Dr Lambok MJ Sidabutar, SH, MH, diwakili Kasi Intel, Jimmy Donovan, SH, MH, yang hadir dalam sosialisasi ini mengajak para pemuda untuk mendukung dan meneruskan pesan ke masyarakat lainnya untuk berpartisipasi dalam kontestasi Pilkada serentak 2024.
" Pilihlah pemimpin sesuai hati nurani dan visi-misinya, " ajaknya seraya menjawab pertanyaan peserta sosialisasi bahwa, sejauh ini belum ada laporan terkait pelanggaran Pilkada dari Sentra Gakkumdu yang berlanjut hingga ke tahap penuntutan ke Kejaksaan.(RI)