Realitasonline.id - Bireuen | Pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD dr Fauziah Bireuen terganggu. Penyebabnya dituding karena rumah sakit pelat merah itu memiliki utang puluhan miliar.
Adapun pelayanan yang terganggu sampai sekarang ini yaitu pelayanan bidang mata.
Ratusan warga yang berobat mata ke rumah sakit kebanggaan masyarakat Bireuen itu belum dilakukan operasi mata.
Tertundanya pelayanan terhadap pasien mata disebut-sebut karena tidak tersedia alat/ bahan medis. Selain berobat mata, beberapa bidang lain juga mengalami hal serupa, pelayanannya tidak bisa maksimal karena terkendala bahan medis.
Seorang warga Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu menuturkan, ia telah mendaftar untuk berobat di Poli Mata RSUD dr Fauziah Bireuen, tetapi belum dilayani.
"Saya disuruh tunggu sampai tiga bulan untuk jadwal operasi mata," kata warga tersebut.
Ditanya alasan disuruh tunggu selama itu, warga Kabupaten Bireuen yang mengaku dirinya menderita katarak, tidak tahu penyebab harus menunggu dalam rentang waktu selama itu.
"Tidak tahu apa alasan disuruh tunggu. Apa karena banyak orang (pasien) yang berobat. Tetapi ada berita di rumah sakit sedang tidak ada bahan untuk operasi," katanya.
Tidak hanya wanita tersebut, beberapa pasien lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Mereka juga disuruh tunggu untuk waktu yang tidak jelas.
"Mau ke Banda Aceh kan butuh biaya besar. Sementara kami ini orang miskin," sebutnya.
Tidak maksimalnya pelayanan di RSUD dr Fauziah Bireuen menurut informasi yang didapat dari pihak internal rumah sakit itu disebabkan karena sejumlah perusahaan pemasok obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) telah menghentikan suplai barang untuk RSUD dr Fauziah Bireuen.