"Tertunggak utang puluhan miliar sejak tahun 2022, maka ratusan item obat di rumah sakit kosong. Dan BMHP juga banyak yang kosong. Bahkan ada pasien harus membeli sendiri obat di luar," ungkap sumber itu yang minta tidak disebut namanya ke publik.
Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar yang dihubungi melalui telepon selularnya, Jumat (15/3/2024), membenarkan pasien mata di RSUD dr Fauziah Bireuen ada yang belum dilayani.
"Untuk sementara belum dapat dilayani. Hari ini bahan dan alat untuk operasi mata baru dikirim. Diperkirakan mulai minggu depan sudah dapat dilayani," sebutnya.
Demikian pula perihal kekosongan ratusan item obat pada Rumah Sakit yang berstatus Rumah Sakit Regional itu, dibenarkan oleh dr Mukhtar.
"Masih ada obat yang kosong. Kan tau sendiri penyebabnya," ujar dokter yang akrab disapa Abi.
Ditanya persoalan ada dokumen pekerjaan yang menjadi utang RS dengan pihak ketiga belum ditanda tangani oleh pejabat lama, dr Mukhtar hanya memberi jawaban diplomatis.
"Kalau itu tanyakan saja ke PPTK," tutupnya. (AJ/RZ)