Realitasonline.id - Abdya | Serangan hama wereng batang coklat pada tanaman padi, yang ditandai dengan daun menguning, batang mengering (terbakar), dan tanaman kerdil, mulai menyerang tanaman padi petani di Desa (Gampong) Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Sehingga di beberapa titik lokasi lahan mulai berpotensi menyebabkan gagal panen. Meski belum menyerang secara menyeluruh, namun beberapa petani mulai kuatir akan tertular hama mematikan tersebut ke lahan padi lainnya.
Ketua Adat Sawah (Keujrunblang), Muhammad Yakop, Senin (26/1/2026) mengatakan, pengendalian cepat diperlukan menggunakan insektisida sistemik, mengatur jarak tanam, dan menghindari pupuk nitrogen berlebih agar padi tidak rentan terserang hama.
Baca Juga: Kadis Koperasi UKM Sumut Naslindo Sirait Tersangka, Plt Sekda Ngaku Sudah Tahu?
Gejala serangan wereng berupa tanaman padi menjadi kering/coklat (seperti terbakar), pertumbuhan terhambat, dan gabah menjadi kosong (hampa).
Penyebab penyebaran cepat didukung cuaca lembap, panas, dan mendung. Penggunaan pupuk nitrogen yang tinggi juga memicu populasi wereng.
"Saat ini banyak kupu-kupu kecil dan ulat mulai menyerang tanaman padi petani. Maka dari itu, petani berharap bisa diberikan cara pengendalian lebih maksimal agar tidak rentan terkena penyakit merugikan itu," kata Yakop.
Kemudian, Yakop juga mengajak petani untuk terus mewaspadai serangan hama wereng atau dalam bahasa Aceh sering disebut Sialai-alai. "Agar tidak cepat menular perlu dilakukan penanganan secara rutin dan intens. Sering-seringlah periksa kondisi padi apalagi dalam cuaca panas ini," ujarnya.
Baca Juga: 23 Ahli Waris Korban Bencana Hidrometeorologi Taput Terima Santunan Jiwa
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Hendri Yadi mengaku sudah mendapatkan laporan terkait adanya padi petani yang terkena hama wereng coklat itu. Pihaknya juga telah menginstruksikan penyuluh pertanian untuk terus memantau kondisi padi petani agar tidak terjadi gagal panen.